SERANG – Jelang babak Prakualifikasi Pekan Olahraga Nasional (Pra PON) cabang olahraga (cabor) tinju, tim Banten optimis meloloskan banyak atlet ke PON XX/2020 Papua. Soalnya, para petinju menunjukkan progres yang luar biasa.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pengprov Pertina) Banten, Verry Yugangga. Kata dia, setelah hampir dua bulan menjalani Training Center (TC), sembilan petinju yang berada di bawah arahannya semakin berkembang dari segi teknik, skill, mental, dan fisiknya.
“Saya senang sekali mendapat kabarnya dari para pelatih. Dengan demikian, kita semakin pede menyongsong Pra PON yang dimulai pada pada 20-25 September 2019 di Ternate, Maluku Utara,” paparnya.
Kesembilan petinju yang disiapkan adalah Indri (kelas 45 kilogram), Aldi (kelas 52 kilogram), Ari (kelas 56 kilogram), Sofi (kelas 57 kilogram), Michael Romroman (kelas 60 kilogram), Michael Saada (kelas 69 kilogram), Saga (kelas 75 kilogram), Fajar (kelas 81 kilogram), dan Marjuki (kelas 91 kilogram).
“Sebenarnya melebih kuota dari KONI Banten, yaitu hanya mengakomodir delapan petinju saja. Karena ada perkembangan signifikan, kami tambah satu orang lagi dengan pendanaan swadaya pengurus,” ucapnya.
Disinggung soal calon lawan, mantan Sekertaris Umum KONI Kabupaten Serang tersebut mengungkapkan, Banten berada di grup yang cukup berat. Di mana akan duel dengan Jawa Barat, DKI Jakarta, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Jawa Timur.
“Tapi tak jadi halangan buat kami. Seluruh petinju siap tempur. Dan yang jadi patokan saya di Pra PON nanti, bukan medali namun tiket. Jadi ingat, tidak usah berfikir harus bawa pulang medali. Dapat kuota dengan predikat tiga besar sesuai target KONI Banten sudah cukup,” tegasnya.(muh)













