SERANG – Pada babak kualifikasi Olimpiade 2020 panjang tebing seri II, atlet andalan Banten atas nama Rajiah Salsabillah gagal tampil. Ini dikarenakan sang atlet tengah dibekap cedera.
Bahkan, kabar yang didapat, Pengurus Provinsi Federasi Panjat Tebing Indonesia (Pengprov FPTI) Banten sampai melayangkan surat permohonan kepada Pengurus Pusat (PP) FPTI agar pemanggilan Billah dibatalkan.
Diketahui, dalam Surat Keputusan PP FPTI nomor 0510/SKP/PP-NAS/V/2019 tentang atlet-atlet tim Pelatnas Tahap II Cabang Olahraga Sport Climbing, Rajiah dipanggil bersama dua atlet baru, yakni Fitria Hartani (Jawa Timur) dan Salsabila (Jawa Barat).
Keduanya menemani dua atlet yang telah bergabung sebelumnya Aries Susanti Rahayu (Jawa tengah) dan Nurul Iqamah (Nusa Tenggara Barat).
“Ya memang kami telah mengajukan surat permohonan ke PP FPTI. Kami ingin dia (Rajiah) konsentrasi dulu pada penyembuhan cedera ototnya. Kami was-was jika dipaksakan masuk pelatnas, malah tidak bisa optimal dan rentan mengalami cedera lagi,” ucap Arsani Maidi Ketua Harian Pengprov FPTI Banten.
Dengan dasar tersebut, organisasi pimpinan Ronald Sandra meminta agar bergabungnya Rajiah di pelatnas ditunda dan diberi kesempatan untuk kembali membela timnas pada kualifikasi Olimpiade putaran ketiga, yang akan berlangsung antara November 2019 dan Mei 2020.
“Pelatnas sendiri digelar tiga tahap untuk menghadapi babak kualifikasi Olimpiade. Yang sekarang kedua dan dipersiapkan untuk tampil di babak kedua yang akan berlangsung hingga November,” ungkapnya.
Disingung progress kesembuhan atlet, ia menyampaikan masih belum bisa diprediksi, karena masih baru dalam proses terapi. Namun atas saran dokter, cedera atlet Kota Tangerang itu butuh waktu tiga bulan untuk kembali beraktivitas latihan secara penuh.
“Ototnya seperti lecet, jadi harus kering dulu agar tidak menambah parah kondisinya. Baru setelah kering dia bisa kembali berlatih normal,” bebernya.(muh)













