SERANG – Puluhan pelajar asal Papua yang sekolah melalui Program Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) diundang Bupati Serang ke pendopo untuk berdialog, Rabu (16/9/2019). Hal itu dilakukan untuk memastikan kondisinya saat menimba ilmu di Kabupaten Serang.
Para pelajar tersebut antara lain sekolah di SMAN 1 Ciruas, SMKN 1 Kragilan dan SMAN Petir. Kedatangan mereka di Pendopo Bupati Serang didampingi oleh para gurunya. Setibanya di kantor, disambut langsung oleh Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa, Kapolres Serang Kota dan Kabupaten Serang beserta sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemkab Serang.
Di hadapan Bupati Serang, sejumlah pelajar asal Papua dipersilahkan untuk menyampaikan keinginan dan keluhannya selama belajar dan tinggal di Kabupaten Serang.
Salah seorang siswa SMAN Ciruas asal Kabupaten Raja Ampat, Kesia Palencia mengatakan, dirinya datang ke Kabupaten Serang ini untuk belajar. Oleh karenanya, meminta perlindungan selama belajar.
“Mohon perlindungan di sini, kalau misalkan ada yang melakukan tindak kekerasan. Terus untuk mes perempuan saya minta teralis supaya aman,” kata Kesia.
Hal serupa juga disampaikan Elexcia Amompin. Siswa SMKN 1 Kragilan asal Kabupaten Asmat ini mengaku resah lantaran di lingkungan tempat tinggalnya sering kehilangan barang. “Sering ada warga yang mencuri barang-barang kita, mungkin keamanannya kurang. Saya tinggal di Perumahan Graha Cisait. Kami sering ketemuan dengan RT, kami juga sering bahas, RT pun langsung menindaklanjuti,” katanya.
Sementara Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah mengatakan bahwa dirinya sengaja mengundang para pelajar asal Papua ke Pendopo untuk berdialog. Itu dilakukan agar mereka tidak ada ke khawatiran tinggal di Kabupaten Serang.
“Tadi saya sampaikan bahwa saya selaku bupati menjamin keamanan para pelajar dan di sini tidak ada apa apa. Tadi saya menanyakan gimana teman – teman di sekolahnya, mereka memberitahu baik baik semua, berarti kan tidak ada kendala apapun,” tuturnya.
Orang nomor satu di Kabupaten Serang tersebut, juga akan memfasilitasi para pelajar untuk beribadah dengan menyiapkan kendaraan dari kecamatan untuk mengantar dan dijemput ke gereja.(muh)











