SERANG – Jelang babak Prakualifikasi Pekan Olahraga Nasional (Pra PON) cabang olahraga (bridge), tim Banten terpaksa mencari pemain pengganti. Soalnya ada salah satu atlet yang meninggal dunia.
Hal ini disampaikan salah satu pengurus Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI) Banten, Djunaedy. Kata dia, sebelumnya pengurus sudah mempersiapkan satu tim putra, yang di dalamnya ada Yosep, Bram Vitario, Wawan Setiawan, Yepi, David Badawi, Bakti Utama, Jhon Maskaur, dan Hardiyansah.
Mereka adalah atlet hasil pilihan terbaik yang dimiliki Pengprov GABSI Banten. Tapi untuk Hardiyansah harus diganti, karena pada Jumat (4/10/2019) lalu telah tutup usia karena sakit. “Makanya, kami akan segera mencari penggantinya dalam waktu dekat,” kata pria yang akrab disapa Edi DM kepada wartawan, Selasa (8/10/2019) siang.
Hanya saja, dirinya belum bisa memutuskan, apakah perubahan komposisi melalui seleksi terbuka atau di internal pengurus saja sembari menilik hasil event-event daerah maupun nasional yang diikuti atlet bridge Banten. “Nanti kami bicarakan terlebih dahulu dengan pengurus yang lain,” terangnya.
Edi juga meyakini tidak akan mengganggu kualitas atlet Banten. Soalnya kemampuan semua atlet sudah mengalami kemajuan yang signifikan, berkat melakoni beberapa rangkaian try-out.
“Belum lama ini berlaga di di Elnusa Cup di Jakarta Selatan. Hasilnya mumpuni. Teknik dan strategi atlet Banten meningkat tajam. Nanti kita asah lagi di Purwokerto, Jawa tengah. Rencananya anak-anak ke sana pada 12-13 Oktober 2019 untuk ujicoba kedua. Semoga semuanya bisa berjalan sesuai harapan,” bebernya.
Pada kesempatan yang ada, dirinya mengungkapkan, hanya sedikit pusing dengan lokasi Pra PON. Pasalnya belum jelas. “Tanggal saja kan sudah diubah. Awalnya 10-15 Oktober di Kendari. Kini jadi 5-10 Desember. Nah, venue masih tentatif, tetapi opsinya ada dua yakni di DKI Jakarta dengan di Bandung,” ungkapnya.(muh)














