SERANG – Perserang Serang berhasil membungkam PSMS Medan di lanjutan komptisi Liga 2 Indonesia Zona Barat. Kepastian ini didapat, usai Laskar Singandaru menang 2-1 atas Ayam Kinantan pada duel yang berlangsung di Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang, pada Jumat (6/9/2019).
Dua gol Si Biru Langit (julukan Perserang) masing-masing dilesatkan M Hambali (menit 24) dan Nunung Dwi Cahyo (menit 38). Sedangkan gol dari PSMS dicetak Egas Adhasi (menit enam).
Dengan hasil tersebut, Perserang mampu membalas kekalahan di putaran pertama Liga 2 Zona Barat. Di mana menyerah dengan skor 2-3 di Stadion Teladan.
Pelatih Kepala Perserang Jaya Hartono mengaku senang anak asuhnya mampu mengamankan poin penuh di hadapan publik sendiri. “Alhamdulillah kami bisa memenangkan pertandingan ini dan berhasil mengamankan poin penuh, meski tidak diperkuat dengan beberapa pemain inti,” kata dia, usai bentrok.
Ia membeberkan, sebenarnya sempat stres ditinggal pilar dan pelapis yang ada tidak sepadan. “Mas bisa lihat sendiri, beberapa pengganti yang saya mainkan seperti Faisal Fahri dan Ilham Zusril belum mampu tampil baik,” bebernya.
Makanya, lanjutnya, Laskar Singandaru selalu ditekan terutama pada babak kedua. “Para penggawa pengganti bingung bagaimana mempertahankan keunggulan 2-1. Mereka terlihat gugup dan tidak padu antara satu sama lain. Untungnya hingga peluit panjang dibunyikan skor tetap 2-1 untuk kita,” ucapnya.
Ia juga menjelaskan soal penampilan sang winger andalan Hari Habrian atau yang akrab disapa Bryan. “Hadirnya Bryan mengembalikan tingkat kepercayaan rekan-rekannya di lapangan. Meski kondisinya tidak seratus persen fit, tapi alhmadulillah Bryan bermain dengan cerdas dan mampu tampil hingga akhir laga,” ujarnya.
Sementara Pelatih PSMS Medan Abdul Rahman Gurning merasa sangat kecewa atas kekalahan yang diderita. Soalnya sudah sempat memimpin lebih dulu.
“Kecewa ada, karena kita gagal mempertahankan keunggulan lebih dulu. Seharusnya kami yang menang,” keluhnya.
Tapi, dirinya mengakui bahwa tuan rumah memang bermain lebih baik. “Padahal sudah kami bombardir sepanjang babak kedua. Tapi barisan pertahanan mereka memang rapih dan sulit ditembus,” pungkasnya.(muh)












