SERANG – Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah memastikan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMP berjalan lancar. Kemudian pada 2020 ditargetkan seluruh siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) bisa melakukan UNBK.
Hal tersebut dikatakan Tatu usai meninjau UNBK di SMPN 1 Petir, Senin (22/4/2019). Ia mengakui, beberapa sekolah masih melakukan ujian secara manual karena keterbatasan komputer di sekolah tersebut.
“Belum semua siswa mengikuti UNBK atau masih menggunakan kertas dan pensil,” ungkapnya.
Kata dia, terdapat 30 sekolah yang belum mengikuti UNBK dan menjadi pekerjaan Pemkab Serang untuk menuntaskan permasalahan tersebut. “Kurang lebih yang dibutuhkan Rp 9-10 miliar untuk menyediakan 1.500 komputer akan digunakan oleh 3.000 siswa yang belum ikut UNBK,” tuturnya.
Diketahui, pada 2019 juga Pemkab Serang sudah menyediakan anggaran 900 unit komputer. Namun, penyediaannya belum mampu memenuhi kebutuhan siswa untuk UNBK. “Bahkan, saat anggaran perubahan juga kita masukan dan sisanya tinggal 1.500 lagi agar seluruh siswa bisa ikut,” paparnya.
Dia juga mengintruksikan seluruh jajarannya untuk melakukan kroscek seluruh sekolah yang berada di Desa, untuk memastikan terdapat koneksi internet.
“Saya minta Kadis dan seluruh Staf Dindikbud Kabupaten Serang untuk turun ke lapangan agar tahu koneksi internet di sana. Jika terkendala harus segera diselesaikan agar komputer bisa terkoneksi dengan komputer,” imbuhnya.
Tatu juga berharap, pelaksanaan UNBK bisa berjalan sesuai dengan rencana dan tidak terjadi kendala tekhnis yang mengganggu pelaksanakan ujian. “Tahun 2019 tepat waktu pelaksanaannya dibanding dengan tahun sebelumnya yang ada kendala tekhnis, semoga sampai terakhir terus lancar,” tuturnya.
Sementara, Kepala Dindikbud Kabupaten Serang, Asep Nugraha juga mengakui, keterbatasan komputer untuk sekolah yang melakukan UNBK. Namun, pihaknya terus berupaya agar seluruh siswa bisa UNBK.
“Solusi sementara, Kita pinjam komputer dari SMA agar bisa digunakan oleh siswa SMP untuk UNBK. Tidak boleh ada kendala saat melakukan ujian. Kami juga upayakan agar 2020 seluruh siswa bisa UNBK dengan tersedianya komputer,” kata Asep.
Lalu, Pemkab Serang sudah berkomitmen pada 2020 akan menyediakan 1.500 unit komputer untuk 1.500 siswa yang saat ini masih ujian secara manual. “Jadi 3.000 siswa akan kita bagi jadi dua shift yakni pagi dan siang, sehingga yang kita butuhkan 1.500 unit komputer,” tutupnya.(muh)













