LEBAK – Pasca banjir bandang luapan sungai Ciberang yang melanda enam kecamatan di Kabupaten Lebak, tim SAR sampai siang ini masih melakukan pembukaan ke wilayah terisolir. Termasuk membersihkan lumpur akibat luapan sungai.
“Tim SAR termasuk TNI Polri hari ini fokus membuka akses jalan akibat lumpur tebal menggunakan mobil penyemprot,” kata Kabud Humas Polda Banten, Kombes Edy Sumardi di Sajira, Lebak, Jumat (4/1/2020).
Tim juga katanya menyediakan rakit untuk lalu lintas evakuasi warga yang jembatannya putus. Ada total 18 jembatan putus yang tersebar di 6 kecamatan.
“Beberapa masih terisolir karena jambatan terputus dan kami lihat TNI ada yang membuat kayu dan bambu untuk menyeberang termasuk ada ibu hamil yang ditolong,” ujarnya.
Hari ini, targetnya lanjut Edy adalah membersihkan lumpur rumah warga terdampak dan membawa barang-barang yang bisa diselamatkan, kemudian membuka akses jalan khususnya yang masih tertimbun longsor. Polda Banten sendiri merilis bahwa ada delapan orang yang masih hilang dengan rincian enam diduga masih tertimbun dan dua diduga terbawa luapan air.
Untuk jenazah yang ditemukan, total berjumlah dua orang. Yaitu identias atas nama Udin berjenis kelamin laki-laki berumur 50 tahun. Korban ditemukan di Kampung Kondang, Desa Cipanas pada Kamis (2/1/2019) siang.
Satu korban lain adalah jenazah jenis kelamin perempuan di sungai Ciberang-Lebak. Saat ditemukan terdapa luka di bagian dada dan wajah. Saat ini masih dilakukan identifikasi oleh tim DVI Polda Banten di RSUD Adjidarmo, Rangkasbitung.(dtc)












