TANGERANG – Memperingati Hari Bahasa Ibu Internasional (HBII), Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mendukung Yayasan Aing Tangerang dalam melestarikan bahasa ibu khas Sunda Tangerang.
Dukungan itu disampaikan Bupati Tangerang saat menerima perwakilan dari Yayasan Aing Tangerang, sebagai salah satu wadah pelestarian bahasa ibu khas Sunda Tangerang di Pendopo Bupati Tangerang, kemarin.
“Tangerang ini memiliki keberagaman bahasa ibu khas Tangerang. Ada Sunda Tangerang, Betawi Tangerang, Jawa Tangerang dan Tionghoa Tangerang. Saya sangat menjunjung keberlangsungan bahasa ibu khas Tangerang sebagai identitas Kabupaten Tangerang,” ungkapnya Selasa (22/2/2022).
Ia melanjutkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang juga sudah melakukan upaya-upaya untuk pemeliharaan kebudayaan Tangerang, seperti perubahan hari jadi. Hal tersebut dilaksanakan guna mengungkap dan memperkaya jati diri dari Kabupaten Tangerang.
“Sekarang kami pun sedang menggagas buku sejarah Tangerang, yang nantinya buku itu akan menjadi benang merah dari beberapa kebudayaan khas yang ada di Kabupaten Tangerang,” tuturnya.
Di tempat berbeda, Ketua Umum Yayasan Aing Tangerang, Kang Udel menjelaskan, tujuan dari gerakan Aing Tangerang untuk menjaga dan memopulerkan kembali bahasa ibu khas Sunda Tangerang. Kemudian mengampanyekan secara aktif guna menghilangkan stigma negatif tentang bahasa Sunda Tangerang.
“Ada stigma negatif bahwa Sunda Tangerang itu kasar, namun pada kenyataanya Sunda Tangerang memiliki keunikan tersendiri dengan sistem bahasa yang egaliter dan dialek yang berbeda dengan Sunda di daerah lain,” jelasnya.(net/muh)















