BANGKA – Kontingen wushu Banten berhasil meraih dua medali perunggu di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) wushu senior dan junior 2019, yang berlangsung di GOR Sahabudin, Bangkabelitung, Rabu (26/6/2019). Medali diraih Hotmaida Naibaho dan Diska Juliani.
Sebenarnya Banten bisa saja meraih medali lebih baik. Sayangnya Hotmaida yang bermain di kelas 56 kilogram putri harus mengakui kekuatan Ratih Eryana (Jawa Tengah).
Begitupun dengan Diska di kelas 60 kilogram tak mampu berbuat banyak saat meladeni Desi Ratnawaty (Sumatera Utara).
Wakil Ketua II Pengurus Provinsi Wushu Indonesia (Pengprov WI) Banten, Dimas Septian mengaku tidak masalah. “Syukur Alhamdulillah kita bisa menyegel dua perunggu. Lagipula, Hotmaidah dan Diska sudah pasti berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua karena sudah dinyatakan lolos dan memenuhi target KONI Banten dengan predikat tiga besar,” papar Dimas.
Seperti diketahui, kejurnas yang diselenggarakan Pengurus Besar (PB) WI, merupakan salah satu babak prakualifikasi untuk meraih tiket ke PON XX. Yang kedua di Kejurnas September mendatang.
Meski demikian, pria yang menjabat sebagai Wakil Bendahara di KONI Kota Serang menyatakan, Banten masih bisa mencuri emas di kejurnas sekarang. Atlet kelas 48 kilogram putri atas nama Nadya Khoir melaju ke final usai menekuk atlet tuan rumah Ratih Yuliani.
“Semoga saja mimpi meraih medali emas kejurnas bisa kesampaian. Saya berharap Nadya bisa fokus dan bermain tidak gegabah,” inginnya.
Dan yang paling penting, jangan jadikan emas sebagai beban. “Saya takut bila merasa terbebani medali emas, fokusnya bisa buyar. Tapi rileks saja,” tuturnya.
Sementara atlet wushu Banten, Diska Juliani senang karena bisa lolos ke PON XX nanti. “Bangga sekali rasanya. PON ketiga untuk saya. Awal PON XVII Riau, kedua PON XIX Jawa Barat, kini PON XX. Pasca kejurnas yang jadi tiket PON ini, saya akan latihan lebih total agar mampu menyabet prestasi puncak di Bumi Cendrawasih,” pungkasnya. (muh)














