SERANG – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) kabupaten Serang terus melakukan upaya dalam meningkatkan minat baca masyarakat yang selama ini tingkat persentasenya masih rendah, terutama di level Sekolah Dasar (SD). Kondisi ini memang tak hanya terjadi di Kabuaten Serang tapi menjadi permasalahan secara nasional.
Sebagai salah salah satu upaya khusus meningkatkan minat baca itu, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dipimpin Dr. H. Tahyudin M.Pd dan Sekretaris H. Sarjudin S.Pd, M.Pd pada tahun 2020 ini memfokuskan diri terhadap program pengembangan perpustakaan dan pembudayaan kegemaran membaca. Di antaranya adalah pembinaan perpustakaan desa.
“Peningkatan minat baca memang harus dimaksimalkan dari hulu ke hilir. Keberadaan perpustakaan desa inilah kami anggap sebagai titik awal proses itu,” ungkap Tahyudin.
Di Kabupaten Serang sendiri, sudah ada 144 perpustakaan desa yang tersebar di 29 kecamatan dan mendapatkan bantuan seperti buku dan rak buku. Tapi, baru ada 60 yang eksis namun keadaannya belum optimal.
“Makanya, perpustakaan desa harus kami genjot demi menarik minat baca masyarakat di Kabupaten Serang,” papar Tahyudin.
Ia menjelaskan, untuk membangun sebuah perpustakaan terdapat banyak persyaratan khusus yang harus dipenuhi. Apalagi pihaknya menginginkan perpustakaan bukan hanya jadi tempat baca saja, akan tetapi bisa digunakan hal bermanfaat lainnya. Seperti menghadirkan taman baca dan sudut baca yang lebih inovatif. Pun pemilihan buku yang menarik minat seperti cerpen.
“Saya ingin, di masa mendatang, perpustakaan itu harus jadi tempat rekreasi edukatif. Bisa main gitar sambil praktik langsung. Ada tempat audio visualnya yang buat orang tertarik dan kerasan di perpustakaan,” ucapnya.
Upaya lainnya, DPKD Kabupaten Serang akan mengadakan lomba cerita tingkat SD, MI, SMP, dan MTs. Ada juga pembinaan tenaga perpustakaan yang sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu.
“Pembinaan dilakukan terhadap 76 tenaga perpustakaan desa dan 24 tenaga perpustakaan sekolah,” ujarnya.
DPKD Kabupaten Serang pun mencanangkan lomba tenaga perpustakaan, peningkatan kapasitas tenaga pengelola perpustakaan, gerakan pemasyarakatan minat baca, gerakan pengelolaan inklusi perpustakaan dan lomba karya tulis. “Untuk lomba karya tulis kami akan coba yang kontennya lokal,” terangnya.
Selain konsentrasi di perpustakaan, DPKD Kabupaten Serang melakukan pengelolaan kearsipan. Ada pembinaan dan pengawasan kearsipan. Maksudnya, ada arsip baku yang disimpan ada ada yang modal surat-surat bisa musnahkan. Batas simpanan ada yang lima sampai 10 tahun tergantung kepentingan.
“Kini kita sedang menata arsip, ada yang harus dimusnakan atau dipelihara. Kalau kertas lama disimpan kan akan dimakan rayap. Tapi, pemusnahan ada kriterianya dan wajib mendapatkan izin tidak bisa sembarangan. Dari pimpinan Bupati Serang, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan yang membuatnya,” bebernya.
Dia juga menerangkan akan ada lomba sadar arsip untuk tingkat OPD dan kecamatan. Kemudian penelurusan arsip sejarah, dan juga menyiapkan digitalisasi arsip.
“Hal tersebut penting, seperti apa yang telah kami dapat satu bulan belakangan. Walaupun harus bayar dan di fotocopy, tapi telah dapat sejarah tentang Bendung Pamarayan pada 1911. Hanya saja dalam bentuk bahasa Belanda. Selanjutnya, kita akan cari tentang Titik Nol dan Mercusuar di Anyer. Kemungkinan harus ke Leiden, Belanda karena di sana pasti data detailnya ada,” jelasnya.(muh)












