CILEGON – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Prima Graha untuk ke VIII kalinya mewisuda mahasiswanya. Dalam kesempatan yang sekarang, sebanyak 370 calon lulusannya mengikuti prosesi wisuda.
Rektor STIE Prima Graha, Haero Fiatna mengaku bersyukur atas terlaksananya wisuda. Ia juga berharap wisudawan menjadi SDM yang berkualitas dan berkompeten.
“Alhamdulillah ini wisuda yang kedelapan sejak kami berdiri 2008 lalu. Semua yang diwisuda itu satu prodi yaitu manajemen saja,” papar Haero kepada awak media, usai Sidang Senat Terbuka STIE Prima Graha di salah satu hotel di Kota Cilegon, Sabtu (26/10/2019).
Ke depan, ia berjanji STIE Prima Graha akan coba membuka jurusan lainnya. “Rencananya ada program studi robotik. Kami juga sedang coba bangun kerjasama dengan PT. Lung Cheong Brothers Industrial yang konsen di bidang miniatur mainan. Di sana teknologinya sudah canggih,” ucapnya.
Lalu untuk membantu lulusan, akan MoU dengan Mantan Calon Wakil Presiden Republik Indonesia, Sandiaga Uno yang memiliki program Ok Oce Rumah Siap Kerja (RSK). “Kami akan membicarakannya lagi terkait program Ok Oce dan RSK. Target mudah-mudahan bulan depan sudah bekerja sama,” harapnya.
Sementara Sandiaga yang memberikan orasi ilmiah selama satu jam meminta para lulusan dan para generasi muda untuk memanfaatkan peluang usaha di era revolusi industri 4.0.
Ia menyebut, sudah saatnya di era revolusi industri 4.0 ini, generasi muda dapat mengembangkan potensi yang ada lewat membuka peluang usaha. Itu dapat dimulai bukan hanya pengusaha tetapi mahasiswa di perguruan tinggi.
“Mereka bisa mengembangkan potensi yang ada dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar. Kalau ada kemauan, semua pasti bisa berwirausaha. Apa lagi kaum milenial dikenal kreatif, inovatif,” terang Sandiaga.
Lalu, dalam menghadapi revolusi industri 4.0, menurutnya, generasi muda harus memiliki motivasi tinggi untuk berwirausaha. Soalnya di era ini masih banyak yang menganggur. Oleh karenanya, harus lebih termotivasi dalam menciptakan lapangan pekerjaan dengan SDM profesional.
“Data yang saya miliki sebanyak 15,28 persen usia 12 hingga 25 tahun masih banyak yang menganggur. Tidak hanya pengangguran, yang sudah bekerja pun belum tentu aman. Perkiraan terdapat 60 persen pekerjaan yang sangat berisiko dan bisa tergantikan dengan revolusi 4.0 yang mengharuskan kita untuk tetap berinovasi,” tambahnya.
Agar peluang wirausaha dapat dikembangkan, tambahnya, perlu dukungan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. “Pemprov diharapkan juga turut membantu dalam memecahkan berbagai persoalan yang ada di era Reformasi Industri 4.0 demi kemajuan generasi muda. Jangan sampai, kondisi justru memberatkan para generasi muda untuk menangkap peluang-peluang usaha yang ada,” pungkasnya.(muh)














