Terkait dengan penutupan akses jalan yang dilakukan oleh masyarakat yang diduga dipicu oleh sejumlah masyarakat yang merasa dirugikan anaknya tidak diterima oleh sekolah tujuannya, Salah satunya terjadi di SMAN 6 Tangsel, Kecamatan Pamulang, Banten, Senin (14/7/2025). Gerbang utama menuju sekolah dirantai warga setempat hingga pukul 14.00 WIB. Murid dan guru hanya bisa melewati permukiman warga jika hendak masuk sekolah, Sebelumnya, pada 5 April 2024, warga sekitar kompleks BRIN berunjuk rasa menolak penutupan jalan yang menjadi akses jalan Serpong – Parung itu.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie berharap masalah penutupan jalan akses Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bisa diselesaikan secara musyawarah. Dirinya meminta masalah penutupan jalan itu diselesaikan lewat diskusi dan duduk bareng antara masyarakat dan BRIN.
“Sebaiknya itu dilakukan musyawarah saja, BRIN dengan masyarakat, masyarakat dapat menyampaikan plus minus penutupan jalan akses itu sehingga BRIN juga bisa mendengar apa kebutuhan masyarakat.” kata Benyamin, Selasa 16 April 2024.
Menurut pantauan gerbang tersebut dipasangi rantai dan digembok, sehingga para orangtua tidak bisa membawa kendaraannya masuk ke lingkungan sekolah, Padahal, posisi sekolah masih berjarak 300 meter lagi dari gerbang yang merupakan milik warga Perumahan Pamulang Permai. Sedangkan sekolah berada di dalam lingkungan perumahan tersebut.
Salah satu orang tua murid SMP 17, Yoyo mengatakan, dirinya mengalami kesulitan untuk mangakses jalan menuju sekolahaan anaknya dikarena adanya penutupan jalan yang dilakukan oleh oknum masyarakat.
“”Jadi gimana ya, pertama masuk sekolah anak saya, harusnya bisa didampingi tapi ini malah enggak bisa didampingi, ada rasa kesel disayangkan juga dengan tindakan ini, Padahal momentum yang sangat jarang, apalagi hari pertama yang harusnya didampingi ayahnya, ini malah enggak bisa,” kata dia. (IDN)















