SERANG – Pupus sudah peluang atlet catur putra Banten untuk bisa berlaga di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 Papua. Kepastian ini didapat, setelah tak ada atlet yang lolos dari babak prakualifikasi, di Cilacap, Jawa Tengah, sejak 5-10 November 2019.
Dari data yang didapat, kelima atlet catur putra Banten yakni Hudallah MN, Budiman HS MN, Yosep Rudijanto Majella MN, dan Jesmar Sijabat MN (bermain di nomor klasik beregu), dan Parlindungan Hutabarat (berlaga di kelas peorangan), tak mampu berbuat banyak.
Pada kelas klasik beregu, Banten hanya memperoleh satu kemenangan dari lima babak yang diikuti. Awalnya tim Banten kalah saat berhadapan dengan Jawa Timur dengan skor 1-3. Kemudian menang atas Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan skor 2,5-1,5.
Selanjutnya saat bertemu dengan Jawa Tengah, dibungkam 1,5-3,5 dan dilibas DKI Jakarta 1,5-2,5. Terakhir dibenamkan Jawa Barat dengan angka 1-3.
Sedangkan di kategori perorangan putra, Banten pun tidak beruntung. Pada hasil akhir berada diurutan paling buncit.
Dengan capaian yang ada, Banten hanya menempati peringkat kelima di zona Jawa. Jauh dari harapan yang diinginkan Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Pengprov Percasi) Banten.
“Pra PON putra zona Jawa yang berlangsung di Cilacap, kita gagal. Kami mohon maaf,” papar Ketua Umum Pengprov Percasi Banten, Amin Lukman saat dikonfirmasi wartawan, Senin (11/11/2019).
Hanya saja, peluang catur Banten ke Papua tahun depan tak sepenuhnya telah tertutup. Untuk Pra PON putri dan veteran baru berlangsung 20 November nanti di Sumatera Utara. “Semoga di dua kategori tersisa, kita mampu merebut tiket menuju Papua tahun depan,” harapnya.
Hanya saja, tak sekedar melenggang. Namun harus menduduki urutan tiga besar karena syarat dari KONI Banten. “Hanya peringkat tiga besar yang diboyong ke Bumi Cenderawasih,” pungkasnya.(muh)













