SERANG – Sempat digonjang-ganjing tidak akan diperlombakan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 Papua, tak membuat tim cricket Banten hilang arah. Terbukti, mereka mampu menyegel tiket ke Bumi Cenderawasih.
Dari data yang didapat, skuat putra dipastikan melenggang, usai menduduki peringkat tiga nomor sixes di babak prakualifikasi PON.
Pada pertandingan yang berlangsung di Lapangan Cricket Cibubur, Jakarta, Senin, (4/11/2019), Banten mampu menggebuk Jawa Tengah dengan skor 74-70 diperebutan tempat ketiga.
Lalu tim putri menduduki runner-up kelas sixes. Sebenarnya capaian mereka bisa lebih baik. Sayang di partai puncak, Selasa (5/11/2019), harus mengakui ketangguhan Kalimantan Timur dengan skor 26-73.
Manager Pra PON Cricket Banten, Idma Eka Putra mengaku puas dan tidak kecewa gagal meraih emas di kategori putri. Soalnya sejak awal keberangkatan, dirinya tidak mengincar medali emas.
“Buat kami yang penting dapat tiket ke Papua sesuai keinginan KONI Banten. Hanya peringkat tiga besar yang diakomodir ke Bumi Cenderawasih. Itulah yang ada di mindset kita sejak awal,” papar Idma kepada wartawan, Selasa (5/11/2019).
Menyoal laga final putri, dirinya meyakini anak-anak bisa saja imbang saat meladeni Kalimantan Timur. Tapi, Banten memang tidak tampil ngotot seperti bentrok di semifinal dengan Jawa Barat. “Kan kami sudah dapat apa yang ingin diraih. Jadi di final bermain lepas saja tanpa beban. Mau kalah ataupun menang pun tak masalah,” bebernya.
Selain akan berjibaku di kelas sixes, Banten juga dipastikan mendapatkan tambahan kuota. Pengurus Besar Persatuan Cricket Indonesia (PB PCI) telah menetapkan bahwa di Papua akan mempertandingan tiga nomor. T-20, sixes, dan super eight.
“Insya Allah di super eight putra dan putri kami bisa unjuk gigi. Keputusan PB PCI demikian karena baru dimasukan. Namun bila T-20, akan absen karena di Pra PON gagal merengkuhnya,” pungkasnya.(muh)















