SERANG – Tahun depan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang akan fokus menekan angka stunting sampai ke tingkat desa. Sebab, pembangunan infrastruktur di desa sudah mencapai 80 persen.
“Dengan demikian, pola pikir orang-orang dan pejabat akan berubah. Dari tadinya infrastruktur, kini bisa mengoptimalkan pemberdayaan. Makanya, kami bisa alokasikan dasa desa 2020 untuk menekan stunting,” papar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang, Rudi Suhartanto, kepada awak media, Kamis (17/10/2019).
Tak hanya stunting, pekerjaan rumah (PR) yang paling berat juga menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). “Semuanya harus dihapus. Tidak boleh ada lagi di Kabupaten Serang sampai ke tingkat desa. Pokoknya kita akan utamakan bidang kesehatan,” ucapnya.
Kebetulan, diakui Rudi, saat ini di DPMD Kabupaten Serang ada Kepala Bidang (Kabid) yang dari Dinas Kesehatan (Dinkes).
“Sudah saya intruksikan kepadanya untuk mempersiapkan program 2020, sekaligus bikin rancangan Peraturan Bupati terkait pelayanan dasar bidang kesehatan di desa itu seperti apa supaya bisa kita ajukan,” tuturnya.
Akan tetapi, sebelum semuanya terlaksana, akan ada reward terlebih dahulu untuk desa. Di mana Pemkab Serang akan menyerahkan ambulance sebanyak 200 unit. “Sebanyak 100 unit di 2019, sisanya tahun depan. Semacam stimulus duluan,” ujarnya.
Sementara Bupati Serang, Tatu Tatu Chasanah menyampaikan, untuk menghilangkan stunting, AKI, dan AKB, Pemkab Serang bisa menjalin kerjasama dengan kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).
Pasalnya, dari 10 program yang dimiliki PKK sangat bersentuhan dengan masyarakat, apalagi dengan lingkup tumah tangga. “Untuk semua program pemkab dan DPMD, harus dimulai dari keluarga. Dan PKK andalan kami karena lembaga resmi yang dibuat pemerintah pusat dari nasional, provinsi, kabupaten, kecamatan sampai desa ada,” terangnya.
Penguatan untuk mereka pun harus terus dilakukan seperti penyuluhan yang diberikan beberapa hari yang lalu di Jambore PKK tingkat Kabupaten Serang.
“Katanya nanti ada pembekalan lebih teknis lagi, di mana tiap kecamatan dilatih supaya bisa jadi Training of Trainer (TOT). Jadi wajib punya pemahaman yang lengkap soal stunting, bagaimana menurunkan AKI dan AKB, serta persoalan yang penting lainnya di desa,” pungkasnya.(muh)














