Amsterdam – Belanda harus menelan kekalahan kandang dari Jerman pada Kualifikasi Piala Eropa 2020. Tumpulnya lini serang Oranye jadi penyebabnya.
Menjamu Der Panzer di Johan Cruyff Arena, Senin (25/3/2019) dinihari WIB, Oranje dalam kepercayaan diri tinggi menyusul serangkaian hasil bagus selama 1,5 tahun terakhir.
Apalagi pada laga perdana di Grup C kemarin, menang telak 4-0 atas Belarusia. Sementara, Nationalmannschaft tengah dalam masa transisi usai performa buruk sepanjang 2018.
Tapi, tim tamu justru menggebrak di babak pertama lewat keinggulan 2-0 berkat gol-gol Serge Gnabry dan Leroy Sane.
Tuan rumah lantas bangkit di babak kedua dan menyamakan skor lewat Mathijs De Ligt serta Memphis Depay. Sebelum gol Nico Schulz di masa injury time membuat Belanda tertunduk lesu.
Kekalahan terasa menyakitkan mengingat tampil dominan dengan membuat 16 attempts, enam di antaranya mengarah ke gawang. Sementara, Die Adler meski cuma membuat 11 attempts, lebih optimal dengan tujuh on goal.
Virgil Van Dijk dkk yang garang selama UEFA Nations League tidak terlihat dan mereka pun kehilangan rekor bagus di kandang atas Si Elang. Sebelumnya tidak pernah kalah dari Die Mannschaft pada laga kandang sejak 1996.
“Babak pertama tidak bagus. Kami tidak menekan dengan baik dan lawan punya banyak ruang untuk menciptakan peluang,” ujar De Ligt kepada wartawan.
“Si Putih Hitam juga punya banyak pemain bertalenta seperti Sane, Gnabry, Goretzka, dan Kroos. Mungkin kita terlalu takut menyerang. Pada babak kedua kami menunjukkan bahwa skuat yang bagus, tapi semua sudah terlambat,” sambungnya.(detik.com)













