LONDON – Mohamed Salah mencetak gol spektakuler ke gawang Chelsea, tepat di penghujung pekan di mana ia mendapatkan pelecehan rasial. Cara yang tepat untuk merespons.
Pemain asal Mesir dilecehkan sejumlah suporter The Blues di sebuah bar pada pertengahan pekan kemarin. Dalam sebuah video berdurasi 19 detik yang beredar di media sosial, penggawa Liverpool disebut sebagai seorang pengebom.
Padahal, Si Biru bukan sedang menghadapi Si Merah. The Blues sedang menghadapi Slavia Praha di leg pertama perempatfinal Liga Europa, tiga hari sebelum melawat ke di Anfield, Minggu (14/4/2019).
Liverpool dan Chelsea sudah mengecam aksi tersebut. Sejauh ini penyelidikan berhasil mengidentifikasi tiga orang pelaku dan sedang memburu tiga pelaku lainnya.
Mantan pemain AS Roma sendiri merespons dengan cemerlang, mencetak gol ke gawang The Pensioners untuk membawa klub menang 2-0. Satu gol lain ditorehkan Sadio Mane.
Rekan setim Salah, Andy Robertson, menyebut gol fantastis dari luar kotak penalti sempurna untuk membungkam Islamofobia yang dilancarkan. Tapi di sisi lain, dia menyayangkan kejadian-kejadian semacam ini yang justru makin kerap terjadi.
“Ada sesuatu yang telah terjadi di pekan kemarin dan adalah sebuah cara untuk membungkam mereka. Klub mengeluarkan pernyataan di hari itu dan Mo santai saja. Memang tak menyenangkan, tapi dia menanganginya,” ungkap Robertson.(detik.com)













