SERANG – Melakukan KKM di Desa Talagasari Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang mahasiswa Untirta mengadakan webinar kewirausahaan bagi UMKM dengan mengangkat tema “Mengembangkan dan Mempertahankan Bisnis UMKM Dikala Pandemi”.
Dimana webinar tersebut Menghadirkan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untirta Dr. Hady Sutjipto, dan Kepala Desa Talagasari Juhaeriah.
Ketua Kelompok KKM Muhammad Alvin Rehan, mengatakan, Kegiatan ini bertujuan agar UMKM mampu mempertahankan bisnis dan mengembangkannya dengan melihat sisi positif dari adanya pandemi.
“UMKM adalah salah satu penunjang ekonomi di indonesia, pandemi menyebabkan resesi, banyak yang berlomba mendirikan UMKM tapi karena pandemi banyak yang tumbang. Melalui webinar, semoga bisa memberikan solusi agar tetap bertahan dan dapat berkembang baik setelah maupun selama pandemi” Ujar Muhammad Alvin Rehan, saat di konfirmasi, Kamis (12/8/2021).
Ia melanjutkan, dirinya ingin warga yang memiliki UMKM bisa bangkit di tengah masa pandemi yang terus berlanjut ini.
“Kami berharap dari acara ini bisa dapat membantu kesulitan ekonomi yang sedang dirasakan oleh masyarakat dan bentuk memberikan semangat bagi para UMKM yang saat ini sudah berjalan, serta agar usaha mereka dapat bertahan di tengah masa pandemi ini,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Talagasari Juhaeriah mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan webinar dan KKM Untirta secara umum di Desa Talagasari.

“Kegiatan KKM di masa pandemi, memang terpaksa dilakukan secara online untuk mencegah penyebaran covid-19 dan terbentuknya klaster baru. Akan tetapi diselenggarakan secara online, banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh baik oleh masyarakat maupun oleh pihak Desa Talagasari” ungkapnya.
Sedangkan Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Asep Hamzah, M.Si sangat mendukung kegiatan ini karena banyak sekali manfaat yang bisa diambil dari kegiatan ini.
“sejak awal perencanaan program, kami memang fokus pada sektor ekonomi. Kegiatan webinar kewirausahaan ini, merupakan gong dari kegiatan KKM kelompok 16 Desa Talagasari, mengingat sektor ekonomi (UMKM) yang benar-benar terdampak pandemi covid-19. Jangan sampai UMKM di Desa Talagasari mengibarkan bendera putih seperti di Yogyakarta.” Tuturnya.
Dr. Hady Sutjipto mengungkapkan, UMKM di era pandemi covid-19 merupakan salah satu yang terlebih dahulu runtuh,
“berbeda dengan krisis moneter yang terjadi pada tahun 1998, dimana UMKM menjadi penopang bangkitnya ekonomi nasional. Setidaknya terdapat 5 aspek penyebab UMKM runtuh saat pendemi covid-19, antara lain menurunnya permintaan, terkendala pemasaran, akses bahan baku terbatas, SDM, dan distribusi,”ucapnya.
Untuk menjaga keberlangsungan bisnis UMKM di tengah pandemi, Hady Sutjipto menjelaskan, tentunya perlu ada strong leadership di perusahaan tersebut. Akan tetapi mengingat UMKM seringkali dilakukan oleh satu atau dua orang, maka yang menjadi leader/pemimpin merupakan kepala desa setempat.
“Harus adanya Kepemimpinan yang kuat, akan membuat moral tim atau pelaku UMKM menjadi terangkat, dengan cara terus mendampingi, memberikan pelatihan dan akses modal serta memberikan optimisme ditengah pandemi yang seolah tidak berujung. bukan hanya berbicara masalah atau kendala, ada potensi pasar yang bisa dikelola, yaitu pasar digital/online. Mengapa? Karena dengan digitalisasi UMKM, pasar yang dijangkau akan semakin luas, meminimalisir kehilangan market, biaya pemasaran bisa lebih fleksibel. Pasar online memang tidak bisa dihindarkan mengingat sebagian besar masyarakat indonesia sudah banyak yang menggunakan internet, Penjual (UMKM) hanya bisa memposting gambar dari produk yang dijual, sehingga kemasan yang menarik menjadi kunci keberlangsungan bisnis online. (Dhan)














