SERANG – Atlet kempo Banten, Feric Julianto, sukses meraih medali emas di babak Prakualifikasi Pekan Olahraga Nasional (Pra PON). Dia menyegelnya dari kelas randori putra kelas 65 kilogram.
Pada laga Pra PON yang berlangsung di di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (17/11/2019), Feric mendapatkannya usai menumbangkan atlet kempo asal Sulawesi Utara, Muchael Jenry Manumpahi. Sedangkan peringkat ketiga jadi milik Dikdik Supriatna asal DKI Jakarta.
Manajer Tim Kempo Banten, Aan Sutaryat mengaku bersyukur. “Alhamdulillah atlet kami ada yang dapat medali emas. Dan yang membuat terharu, meski hanya satu emas, mengantarkan Banten masuk jajaran 10 besar di olahraga kempo,” papar Aan kepada awak media, Senin (18/11/2019).
Ia melanjutkan, dengan capaian tersebut, Feric juga berhak atas tiket menuju PON XX/2020 Papua. Bahkan memenuhi target yang dibebani KONI Banten. Di mana hanya peringkat tiga besar Pra PON yang akan dikirim ke Papua tahun depan.
“Usai Pra PON, saya akan bikin laporan kepada tim Satuan Tugas (Satgas) KONI Banten, agar secepatnya bisa melaksanakan Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Kempo di Desember,” harapnya.
Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Kempo Indonesia (Pengprov Perkemi) Banten, Ahmad Rijaludzkri Naim, mengucapkan rasa syukurnya yang tak terhingga melihat apa yang sudah ditorehkan di Pra PON.
“Jujur, ini di luar perkiraan kami semua. Soalnya, Feric baru pertama kali turun di Pra PON namun sudah bisa meraih kuota,” terangnya.
Ke depan, Rijal berjanji akan perbaiki kelemahan dan kekurangan yang masih ada di diri Feric agar saat berjibaku di Bumi Cenderawasih (julukan Papua) bisa berbicara banyak.
“Saya mau kempo jadi cabang olahraga (cabor) alternatif untuk Banten meski hanya satu. Paling tidak, menutupi cabang unggulan yang tidak bisa tampil seperti drum band dan berkuda karena di coret pihak tuan rumah,” pungkasnya.(muh)














