SERANG – Pada pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) X/2020, tuan rumah memastikan cabang olahraga (cabor) drum band tidak akan dilombakan. Hal ini disampaikan Kepala Seksi Olahraga pada Dinas Pariwiasata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Serang, Aris Kardiana.
Kata dia, awalnya sempat terjadi perdebatan apakah drum band atau dayung yang akan dilaksanakan. “Tapi, usai rapat dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banten dengan perwakilan kabupaten/kota lainnya, diputuskan, dayung lah yang diakomodir,” papar Aris kepada awak media, Rabu (5/2/2020).
Alasannya, karena drum band tidak masuk pada cabang yang pertandingkan pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas). “Mengacu dari sana, jadi kami lebih memilih dayung. Para peserta dari daerah lain pun setuju,” ucapnya.
Dengan demikian, 19 cabor sudah fiks akan digelar. Yakni atletik, bulutangkis, bola basket, bola voli indor, bola voli pasir, gulat, judo, karate, panahan, pencak silat, renang, sepak takraw, senam, sepakbola, taekwondo, tinju, tenis meja, tenis lapangan, dan tarung derajat.
“Saya pun berharap, drum band tidak berkecil hati. Insya Allah di pelaksanaan berikutnya bisa saja dimasukkan. Selama di tingkat nasionalnya ada, pasti dibawah akan mengikuti,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, salah seorang pengurus Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Banten, Tubagus Kumaru Nurzaman mengaku kecewa. Soalnya, keinginan drum band bisa masuk di Popda X/2020 karena ada permintaan dari kabupaten/kota. Lalu juga pembinaan marching band sudah menyeluruh di kab/kota se-Banten.
“Ditambah yang kami dengar, drum band masuk pada Popnas selanjutnya. Tapi ya mau bagaimana, bila keputusannya sudah ditetapkan, mau apa lagi. Yang penting kami sudah berusaha dan berjuang,” katanya.
Dirinya hanya berharap, pada Popda XI, drum band bisa dipertandingan. “Kasihan atlet juga, pembinaanya sudah berjenjang, masa tidak masuk di popda,” tutupnya.(muh)














