SERANG – Tim biliar Banten sukses menorehkan prestasi maksimal di babak Prakualifikasi Pekan Olahraga Nasional (Pra PON). Olahraga bola sodok itu mampu meloloskan enam atlet ke Papua pada tahun depan.
Pada hari terakhir Pra PON yang berlangsung di Auditorium MNC College, Jakarta, Sabtu (31/8/2019), Devi Oktora jadi peserta akhir yang melenggang usai mendapat medali perunggu di nomor single bola 15 putri.
Dengan demikian, Banten total meraih enam tiket ke Bumi Cenderawasih (julukan Papua) pada 2020 dan meraup enam medali di Pra PON. Sebelumnya sudah mengantongi lima tiket dari hasil satu emas, satu perak, dan tiga perunggu.
Emas dipersembahkan Ari Karaya (single bola sembilan putra). Satu perak dari Ari Apriden (single bola 15 putra). Lalu tiga perunggu lainnya, masing-masing diperoleh Adhi Braja Falachi (bola single english billiar putra), Putrini Sianturi (bola single sembilan putri), dan Ayu Wulan Ganesha (bola single sembilan putri).
Manajer Biliar Pra PON Banten, Edy Supriatna mengaku bersyukur. “Alhamdulillah, kami mengantongi enam tiket ke PON XX dan enam medali di Pra PON. Prestasi yang sungguh membanggakan mengingat lebih dari setengah atlet yang dikirim mampu berprestasi. Kita bawa 10 dapat enam,” terangnya.
ke depan, pria yang kerap disapa Dede berjanji akan memaksimalkan latihan para atlet biliar Banten. “Sesuai dengan perintah KONI Banten, mereka langsung menjalani pemusatan latihan PON XX pasca Pra PON. Kami akan perbaiki apa saja kekurangan yang didapat saat prakualifikasi kemarin,” jelasnya.(muh)














