SOLO – Penyebar hoaks server KPU disetting menangkan Jokowi, Wahyu Nugroho (54) dikenal sebagai dosen. Dia juga diketahui orang yang pintar tentang teknologi.
“Warga tahunya dia dosen. Dia pintar IT karena memang sarjana komputer,” kata Ketua RW 06, Kelurahan Nusukan, Banjarsari, Solo, Indaryanto saat ditemui di rumahnya, Selasa (18/6/2019).
Namun mengaku tidak tahu lebih detail mengenai pekerjaan Wahyu. Meski dikenal baik, Wahyu termasuk warga yang jarang bersosialisasi dengan warga sekitar.
“Warga sini tahunya dosen, tapi kampus mana tidak tahu. Dia memang jarang bersosialisasi di kampung, mungkin memang sibuk,” ucapnya.
Menurutnya, selama ini masyarakat tidak pernah berpikiran buruk terhadap Wahyu. Warga pun tidak pernah ingin tahu kegiatannya di luar kampung.
“Saya pernah di rumahnya, banyak fotonya dengan pejabat, ada Pak Jokowi, ada Hatta Rajasa, Amien Rais. Jadi saya hanya berpikir memang beliau kenalannya pejabat,” tuturnya.
Menurutnya, sebelum penangkapan Wahyu, banyak orang asing diduga polisi yang kerap memantau rumah di Jalan Jenggolo Tapen nomor 44. Namun warga baru menyadarinya ketika Wahyu ditangkap polisi.
“Baru tanggal 11 Juni saya diminta menyaksikan polisi menyerahkan surat tugas kepada keluarga Pak Wahyu. Posisi sudah ditangkap, lalu dibawa ke Jakarta,” tutupnya.(detik.com)












