SERANG – 100 hari kerja Walikota Serang yang dipimpin Syafrudin – Subadri dinilai tidak maksimal, ratusan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) se-Kota Serang menggrudug Kantor Pemerintah Kota Serang. Diketahui massa PMII merupakan gabungan dari para kader PMII kampus Unsera, Untirta, UIN SMH Banten dan Uniba. Kamis (14/3/2019).
Ketua Cabang PMII Kota Serang, Abdul Muhit Hariri mengatakan, dalam aksinya kali ini, pihaknya mengkritisi tiga program dalam 100 hari kerja Walikota Serang, diantaranya soal ekonomi, pedagang kaki lima, kemacetan, dan kebersihan.
“Dari langkah kami pada bulan januari lalu audiensi sampai tanggal 14 Maret ini PMII menyimpulkan kinerja Walikota Serang tidak maksimal,” katanya, ia menambahkan.
“Kita sangat menyoroti PKL, walaupun di stadion diperuntukan untuk sarana olahraga, namun pemindahan relokasi PKL harus tepat sasaran,” tambahnya.
Abdul menuturkan, mengenai relokasi para pedagang kaki lima ke eks Terminal Kepandean, seharusnya mempersiapkan terlebih dahulu infrastruktur yang memadai bagi para PKL yang akan berjualan. “Pada nyatanya semua tidak sesuai, dan akhirnya PKL enggan pindah karena tidak sesuai,” ujarnya.
Ia mengatakan, PMII se-Kota Serang sendiri pada dasarnya mendukung sepenuhnya program kerja Walikota Serang untuk kedepanya. Akan tetapi demi kepantingan rakyat, PMII akan tetap mengawal dan menempuh jalur apapun agar manfaat dari program yang dicanangkan dapat terasa oleh masyarakat. (Opi)











