SERANG – Wakil Bupati Serang, Pandji Tirtyasa ingin menjadikan wilayah Pantura (Pontang, Tirtayasa, dan Tanara) sebagai wisata religi. Bahkan, tekad tersebut akan dipaparkan kepada Kementerian Parisiwata (kemenpar) RI di Pendopo Bupati Serang dalam waktu dekat.
Pandji mengatakan, di kecamatan Pontang, Tanara, dan Tirtayasa memiliki potensi besar untuk jadi wisata religi. Apalagi bila diintegrasikan dengan daerah Banten Lama.
“Di Tanara kan ada napak tilas Syekh Nawawi Albantani yang terkenal di Timur Tengah. Bahkan bukunya jadi referensi bagi perguruan tinggi Islam di Libanon, Al Azhar, Darul Quran, dan Mekkah. Bila di di sini tidak terkenal tidak masalah. Tapi buat turis mancanegara, perjalanan hidup Syekh Nawawi Albantani pasti mengundang rasa ingin tahu,” papar Pandji, Selasa (27/5/2019).
Lalu di Tirtayasa ada makam Sultan Ageng Tirtayasa. “Di Pontang pun ada. Nilai historinya banyak jadi cocok dijadikan kawasan wisata religi,” tambahnya.
Semakin maksimal kata dia, bila disambungkan dengan wisata Banten Lama. Pasti akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang luar biasa. “Dan Insya Allah, kami akan ekspose di depan Menteri Pariwisata. Semoga pusat mau membantu kami mewujudkannya wisata religi di Pantura,” ucapnya.
Orang nomor dua di Kabupaten Serang itu menerangkan, sekarang pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang sudah merancang master plannya agar Pantura dan Banten Lama bisa terkoneksi.
“Itu langkah pertama bikin master plan sudah, kedua adalah mendorong pemerintah pusat melalui ekspose yang dijadwalkan pada Rabu 28 Mei,” bebernya.
Menurut Pandji, dibutuhkannya peran pemerintah pusat untuk memperbaiki infrastrukturnya. “Untuk mengembangkan satu wisata harus dibenahi jalannya terlebih dahulu. Tidak bisa hanya mengandalkan jalan kabupaten yang enam meter. Selanjutnya akses jalan 30 meter yang menghubungkan exit tol ke tempat wisata sebagai nilai jual,” pungkasnya.(muh)













