SERANG – Realisasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2019 Kabupaten Serang pada triwulan pertama sudah menunjukan persentase 19,26 persen.
Kepastian itu didapat saat Bagian Administrasi Pembangunan (Adpem) Pemkab Serang merilis realisasi anggaran, di Aula Tb Suwandi, Setda Kabupaten Serang, Rabu (10/4/2019).
Diketahui, untuk pos pendapatan secara umum dari anggaran Rp 2,96 triliun sudah terealisasi sebesar Rp 571,289 miliar atau 19,26 persen. Lalu belanja dari anggaran Rp 3,25 triliun terealisasi Rp 246,53 miliar atau 7,65 persen.
Untuk pedapatan asli daerah (PAD) dari yang dicanangkan Rp 735,741 miliar terealisasi Rp 88,211 miliar atau 11,99 persen. Kemudian dana perimbangan yang diberikan Rp 1,635 triliun sudah terealisasi Rp 403,230 miliar atau 24,66 persen.
Sedangkan untuk lain-lain pendapatan yang disiapkan Rp 596,026 miliar terealisasi Rp 79,846 miliar atau 13,40 persen.
Selanjutnya belanja tidak langsung yang ditetapkan Rp 1,706 triliun sudah terealisasi Rp 176,013 miliar atau 10,32 persen. Untuk belanja langsung yang siapkan Rp 1,516 triliun terealiasi Rp 70,539 miliar atau 4,65 persen.
Sementara belanja modal dari yang diposkan Rp 564,826 miliar sudah terserap Rp 23,204 miliar atau 4,11 persen.
Adapun untuk pembiayaan dari yang diplot Rp 315,412 miliar belum ada yang terealiasi karena belum ada pemberian penyertaan modal untuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Serang. Begitu juga dengan pengeluaran pembiayaan dari yang disiapkan Rp 3 miliar belum ada yang terealisasi.
Berkaitan dengan realisasi anggaran masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD), Kabag Adpem Pemkab Serang Sarudin mengatakan, untuk OPD yang paling tinggi ralisasi anggarannya, yaitu Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) yang dialokasin sebesar Rp 38,263 miliar sudah terealisasi Rp 8,380 miliar atau Rp 21,90 persen.
“Untuk OPD yang realisasi anggarannya paling rendah, yaitu RSDP (Rumah Sakit Dradjat Prawiranegara) dari dana Rp 301,743 miliar baru terealisasi Rp 9,8 miliar atau 3 persen,” kata Sarudin.
Ia menjelaksan, untuk progres tender pengadaan barang dan jasa sampai dengan periode Maret untuk kegiatan yang masuk dalam rencana umum pengadaan sebanyak 214 paket dengan nilai Rp 445.228.430. Sedangkan untuk kegiatan yang diusulkan ke unit layanan pengadaan (ULP) sebanyak 101 paket dengan nilai Rp 369.877.311.165. “Untuk kegiatan yang masih dalam proses tender sebanyak 22 paket dengan nilai Rp 10.346.520,” ungkapnya.
Sedangkan kegiatan yang sudah selesai proses tender sebanyak 45 paket dengan nominal Rp 135.997.516.600. Adapun untuk kegiatan yang gagal tender sebanyak sembilan paket dengan pagu Rp 4.108.749.500.
“Untuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dari jumlah RUP (rencana umum pengadaan) sebanyak 83 paket telah diusulkan 100 persan. Untuk Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Tata Bangunan (DPKPTB) jumlah RUP sebanyak 105 paket yang baru diuslkan delapan paket,” jelasnya.
Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah optimis, penyerapan anggaran akan berjalan dengan maksimal. “Yang saya tahu kan step by step yah. Di triwulan pertama DPUPR dulu yang masuk. Baru yang akan datang Perkim. Kalau untuk yang gagal lelang memang kenyataannya seperti itu dan tidak bisa diciptakan. Untuk batas waktu kapan OPD harus mengusulkan kegiatannya sudah ditargetkan oleh ULP,” kata Tatu.(muh)













