SERANG – Persipan Pandeglang gagal meraih poin penuh saat melakoni laga kedua babak penyisihan Liga 3 Indonesia Zona Banten Grup A. Kepastian didapat, usai mereka bermain imbang 2-2 dengan Persic Cilegon di Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang, Rabu (24/7/2019).
Jalannya pertandingan berlangsung tidak imbang. Baru berjalan 15 menit, Badak Jawa (julukan Persipan) sudah unggul 2-0. Yakni lewat gol Januar Eka Ramadhan (di menit satu dan 13).
Setelahnya, lawan bereaksi. Terbukti mampu memperkecil kedudukan 2-1 sebelum paruh pertama usai, lewat sontekan Muhammad Yusef Sugiandi.
Di babak kedua, Persipan harus bermain dengan 10 pemain. Ini setelah Muhammad Lensa harus diberi kartu merah karena sudah menerima dua kartu kuning pada menit 69.
Unggul jumlah pemain, Persic Cilegon membombardir pertahanan musuh. Alhasil, gol penyeimbang lahir pada menit 90+1 melalui sundulan Jodi Ayatullah Permana. Kedua tim pun harus puas berbagi satu angka.
Menangapi hasil tersebut, Pelatih Persipan Budi Handayani mengaku puas dengan kinerja anak didiknya. Hanya saja, dirinya kecewa dengan kinerja wasit Fibay Rahmatullah yang dianggap berat sebelah.
“Seharusnya Lensa tidak diberi kartu kuning kedua. Orang bolanya yang disentuh,” keluhnya.
Hanya saja, dirinya tetap optimis skuat kebanggaan masyarakat Pandeglang bisa lolos ke fase berikutnya karena persiapan yang dilakukan sudah jauh hari. “Proses tidak akan menghianati hasil,” tuturnya.
Sementara juru taktik Persic Cilegon, Muhamad Said mengakui bahwa Indra Permana Sidik dkk tampil gugup di babak pertama. Makanya kecolongan sampai dua gol. “Namun di babak kedua kami mampu bangkit dan mendominasi. Alhamdulillah, gol penyeimbang pun tercipta. Satu angka yang patut kami syukuri berrsama,” terangnya.(muh)














