SERANG – Pemerintah Kabupaten Serang akan merombak kepengurusan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an ( LPTQ), sebab kepengurusan saat ini dianggap tidak memberikan hasil yang memuaskan, terutama dalam perhelatan MTQ Banten yang baru saja digelar.
Wakil Bupati Serang Serang, Pandji Tirtayasa mengatakan, di MTQ Banten XVI, Kabupaten Serang hanya menduduki peringkat ketiga dengan nilai 76. Kalah saing dengan Tangerang Selatan di posisi pertama dan Kota Tangerang di runner-up.
“Saya menduga dan berpendapat, melorotnya urutan kita di MTQ Banten selama beberapa tahun belakangan ini, karena para pengurus LPTQ orang-orang lama. Sudah menjabat dari 2005, yang artinya telah mengabdi selama 14 tahun. Mungkin jenuh atau bosan,” kata Pandji, Senin (1/4/2019).
Oleh karenanya, pihaknya akan melakukan perombakan dalam waktu dekat. Hal itu sejalan dengan masa kepengurusan LPTQ Kabupaten Serang yang sekarang mau habis. “Nanti dibenahi. Kita masukan darah-darah segar, orang-orang baru dalam struktur pembina LPTQ, pembina qori-qoriah supaya tahun depan bisa kembali jadi juara umum,” tekadnya.
Disingung soal kaligrafi yang jadi kelemahan, Pandji menjelaskan, memang kaligrafi bukan jadi andalan Kabupaten Serang. “Harus diakui, kaligrafi kekuatan daerah lain. Kalau Kabupaten Serang ya Qiroaat,” bebernya.
Tapi, lanjutnya, tidak boleh jadi alasan. Ke depan, pembinaan kaligrafi di pesantren-pesantren dan lembaga lainnya harus dioptimalkan.
Sementara Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah mengungkapkan, sebenarnya tahun lalu sudah meminta anggaran khusus untuk memperbaiki cabang kaligrafi. Sayangnya dana tidak diakomodir.
“Untuk tahun depan, saya meminta khusus kepada bagian Kesra agar memperhatikannya dan mengalokasikannya. Harus bisa menjelaskan kepada Tim Anggaran pemerintah Daerah (TAPD) bahwa butuh dana tersebut. Jangan sampai di MTQ berikutnya, kaligrafi tak mampu berbicara banyak,” tegasnya.(muh)














