SERANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten setuju lokasi tenggelamnya kapal USS Houston di Selat Sunda pada era Perang Dunia II dijadikan kawasan konservasi maritim.
Namun, perlu ada keuntungan sendiri bagi wilayah ini yang bisa diberikan oleh pemerintah Amerika Serikat.
Sekda Banten, Al Muktabar menjelaskan, ada keuntungan di sisi pariwisata jika lokasi tenggelamnya kapal perang USS Houston menjadi konservasi maritim. Pihaknya sudah memberikan catatan ke pemerintah pusat, termasuk syarat tertentu ke pemerintah Amerika.
“Sebenarnya dari sisi positif dalam rangka daya dukung kewisataan dan bisa banyak hal. Karena sifat kerja sama asing atau luar negeri ada yang disebut no free lunch, itu bagian dari kehati-hatian kita sebagai bangsa,” ujar Muktabar, Kamis (27/2/2020).
Kelak kawasan konservasi tersebut terwujud, Muktabar mengusulkan rencana kerja bersama dengan kementerian terkait dan Pemprov Banten. Lalu, perlu ada manfaat yang berkelanjutan bagi warga Banten.
“Bila terpenuhi, mengapa tidak sebagai bangsa yang beradab, kita dukung,” kata Muktabar.
Kapal USS Houston dan HMAS Perth I milik Asutralia tenggelam di Selat Sunda saat Perang Dunia II pada 1 Maret 1942 dalam pertempuran Jepang. Setiap tahun pemerintah Amerika bersama Australia memperingati insiden tersebut dengan cara tabur bunga di lokasi tenggelamnya dua kapal.(dtc)











