SERANG – Pembangunan empat Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Serang yang terdampak Tol Serang-Panimbang diprediksi akan molor kembali. Soalnya, beberapa kendala kembali ditemukan.
Bahkan dari survei yang dilakukan oleh konsultan perencanaan, terjadi over design dan akses tidak ada. Terutama di SDN Cipete, Kecamatan Kragilan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) jalan tol Serang-Panimbang, Temmy Saputra mengatakan, selain over design dan akses tidak ada, kondisi tanah disana diragukan. Soalnya persawahan dan mengandung lumpur.
“Untuk menstabilkan tanah yang mengandung lumpur, butuh dana besar. Rp 600.000.000 dan akses jalan serta pengadaan tanah sekitar satu miliar rupiah,” paparnya.
Begitupun untuk SD Inpres Cikeusal, tanahnya jelek. Sedangkan, untuk dua lahan yang lainya untuk SDN Cilayangguha dan SDN Seba masih ada sengketa kepemilikan sehingga perlu dimusyarawarakan atau dikosinyasikan untuk penyelesaiannya.
Sementara Asda I Pemkab Serang Bidang Administrasi Pemerintahan, Nanang Supriatna menjelaskan, kunjungan hari ini ke lapangan dilakukan untuk menindaklanjuti hasil rapat dengan Penjabat Sementrara (Pjs) Bupati Serang Ade Ariyanto terkait percepatan relokasi empat sekolah yang terdampak tol Serang Panimbang.
“Seharusnya sudah tahap pembangunan tapi karena ada beberapa keberatan dari pihak Wika (Wijaya Karya), kami meninjau langsung dan memang kondisi tanahnya labil,” jelasnya.
Mantan Camat Waringinkurung tersebut menuturkan, pihaknya belum bisa memutuskan terkait adanya persoalan di lapangan dan akan membicarakannya terlebih dahulu dengan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Tata Bangunan (DPKPTB) Irawan Noor dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Okeu Oktaviana.(muh)














