SERANG – Hingga bulan ketiga pelaksanaan Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 Papua, cabang olahraga (cabor) tarung derajat belum melakukan latihan terpusat. Atlet masih berlatih masing-masing.
Sekertaris Umum Pengurus Provinsi Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Pengprov Kodrat) Banten, Rendra Widiatmoko, membenarkan hal tersebut.
Kata dia, sengaja memisahkan latihan Ari Fadli (kelas 58.1-61 kilogram) dan Abidin (kelas 70.1-75 kilogram). Untuk Ari di Aula Puspitek, Kota Tangerang Selatan dan lapangan PDAM. Sedangkan Abidin di GOR Cibodas Rajek, Kabupaten Tangerang.
“Alasannya, agar atlet dapat lebih fokus dengan pelatihnya masing-masing, sebab keduanya pasti memiliki karakter yang berbeda,” katanya kepada awak media, kemarin.
Namun demikian, porsi dan program latihan atlet diberikan yang sama. Sekarang, keduanya masih dalam tahap persiapan umum.
“Pada tahap ini, atlet dilatih fisik, kecepatan, mental dan power, serta teknik-teknik dasar cabor tarung derajat. Terkadang, sesekali atlet bertukaran tempat latihan, agar tidak bosan,” jelasnya.
Dikatakannya, tahap persiapan umum dijadwalkan hingga akhir Maret nanti. Sebab, pada April mendatang sudah masuk pada tahap persiapan kusus. Di mana atlet, lebih konsentrasi berlatih teknik dan uji tanding atau try out.
“Saya menilai, kemampuan atlet terus menunjukan progres yang baik. Soalnya, hingga tahap persiapan kusus, sudah memasuki 60 persen program latihan yang diberikan. Semoga, dengan metode latihan yang sudah disampaikan bisa mengantarkan Banten mendulang emas di Papua nanti,” pungkasnya.(muh)













