SERANG – Relokasi pasar Baros yang sedianya dicanangkan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang dalam waktu dekat batal terealisasi. Ini disebabkan dengan harga lahan yang dinilai terlalu mahal dan tak dapat dibebaskan.
Kepala Seksi Sarana Prasarana Perdagangan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang, Titi Purwitasari membenarkan hal tersebut.
Kata dia, sebelumnya pihaknya ingin memindahkan Pasar Baros ke tempat baru yang berada di belakang pasar lama. Lokasi di sana dinilai sangat strategis bagi para pedagang.
Akan tetapi kata Titi, harga yang ditawarkan oleh pemilik lahan terlalu tinggi yakni senilai Rp 1,5 juta permeter. Sementara tim appraisal hanya menaksir harga sekitar Rp 1,1 juta permeter.
“Jadi gagal pengadaan lahannya, dianya gak mau (pemilik lahannya), mahal,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan, sampai sekarang pihaknya berharap ada bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk relokasi Pasar Baros. Mengingat, arus lalu lintas di wilayah itu selalu menimbulkan kemacetan.(muh)













