SERANG – Kualitas pemanah Banten jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 Papua terus membaik. Itu dibuktikan dengan disegelnya sembilan tiket ke Bumi Cenderawasih.
Diketahui, saat bertanding di Papua tahun depan, Banten sudah meraih sembilan tiket yang didapat saat babak Prakualifikasi PON akhir pekan kemarin.
Sembilan kuota direngkuh Ryan di recurve putra (wildcard), M Subhan, Danara, Danang Arisanto di compound beregu putra (peringkat dua), Arinda di ronde nasional (peringkat dua), Risda Amalia, Syahara, Ranti di compound putri (peringkat tiga), dan Ahmad Mumtazah di ronde nasional (peringkat tiga)
Capaian ini melampaui PON XIX/2016 Jawa Barat. Di mana Banten hanya meloloskan enam atlet, sekarang meningkat jadi sembilan.
Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Panahan Indonesia (Pengprov Perpani) Banten, Ridwan mengaku bersyukur. “Alhamdulillah, bisa melampaui raihan di PON XIX Jawa Barat. Peningkatan didapat karena tim sekarang menjalani Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) lebih optimal,” papar Ridwan kepada awak media, Selasa (1/10/2019).
Ia pun berjanji, akan memaksimalkan latihan para anak didiknya supaya mampu berbicara banyak di Papua. “Setelah Pra PON, semua atlet yang lolos langsung menjalani pelatda. Tidak ada waktu untuk beristirahat, begitu pesan dari KONI Banten,” ucapnya.
Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Manajer Pra PON Banten, Dwi Ananta menyampaikan, sembilan atlet yang melenggang ke Papua sudah sesuai ketentuan dari KONI Banten yakni wajib peringkat tiga besar di Pra PON.
“Kusus untuk Ryan di recurve putra memang dapat wildcard karena dia adalah atlet Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) SEA Games 2019. Jadi tidak usah diragukan lagi kemampuannya,” terang Dwi.
Dia pun optimistis, di Bumi Cenderawasih, panahan Banten bisa mendulang banyak medali. “Saat Pra PON, para jawara tumbang di tangan kita. Dengan latihan lebih itensif dan berjenjang, saya yakin atlet Banten di Papua mampu jadi yang terbaik,” tutupnya.(muh)















