SERANG – Jelang bergulirnya Pemusatan latihan Daerah (Pelatda) babak Prakualifikasi Pekan Olahraga Nasional (Pra PON), KONI Banten memberikan tenggat kepada cabang olahraga (cabor). Ini terkait proposal ajuan dana sampai data atlet yang akan dikirim, minimal Senin (25/3/2019).
Hal itu disampaikan Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Banten, Hengky S Breemer, usai menggelar Rapat Koordinas (Rakorbid) Binpres di KONI Banten, Rabu (20/3/2019).
Kata dia, kenapa ditenggat, karena sebenarnya KONI Banten sudah memintanya sejak satu bulan yang lalu. Hingga sekarang, masih ada pengurus provinsi (pengprov) olahraga yang belum mengajukannya.
“Semunya terkait kuota atlet yang disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki KONI Banten. Dana untuk Pelatda Pra PON kan juga sudah ada. Tiga bulan latihan dan satu bulan sentralisasi. Tapi kami belum bisa membagi dan menetapkannya, karena jumlah pasti atlet yang berangkat Pra PON belum diketahui. Datanya belum masuk semua,” papar Hengky.
Bila pada 25 Maret pengprov tak memberikan data lengkap dan proposal, jangan salahkan KONI banten. “Kami (KONI Banten) yang akan menetapkan jumlahnya sendiri. Misal seperti karate butuh 10 orang tapi belum mengajukan, ya kita kasih saja kuota lima. Harus terima tidak bisa protes,” jelasnya.
Selain data Pra PON, dirinya juga meminta pengprov memberikan database atlet berprestasi dan potensial. Gunanya, untuk bank data atlet KONI Banten. “Hanya saja tidak usah buru-buru. Yang sekarang, setelah menyerahkan proposal dan data Pra PON. Jadi masih punya banyak waktu,” ujarnya.
Sementara Sekretaris Umum Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Banten, Fiva Zabreno menyatakan, sudah memberikan data kongkrit sejak satu bulan yang lalu. “Insya Allah taekwondo sudah lengkap semuanya. Malahan kita sudah memulai Pelatda PON mandiri sejak awal Februari,” ungkapnya.(anm)












