PANDEGLANG – Banyaknya masyarakat yang masih berasumsi bahwa hasil reaktif pada saat rapid test berarti positif virus corona atau Covid-19, dipatahkan oleh Gugus Tugas.
Penegasan disampaikan Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran Covid-19 pandeglang, Achmad Sulaeman.
Kata dia, rapid test adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus corona.
“Dengan kata lain, bila antibodi ini terdeteksi di dalam tubuh seseorang, artinya tubuh orang tersebut pernah terpapar atau dimasuki virus Covid-19. Namun perlu diketahui, pembentukan antibodi memerlukan waktu, bisa sampai beberapa minggu. Hal inilah yang bisa menyebabkan keakuratan rapid test cukup rendah,” jelasnya saat audiensi KPU Pandeglang dengan Bupati Pandeglang Irna Narulita terkait hasil rapid test petugas PPS dan PPK, di Pendopo Pandeglang, Jumat (3/7/2020).
“Untuk itu, warga diminta tidak bereaksi berlebihan terhadap warga yang telah menjalankan rapid test dengan hasil reaktif,” paparnya.
Sementara Ketua KPU Pandeglang, Ahmad Sujai menerangkan, pihaknya telah melakukan rapid test yang kepada 2.358 Petugas PPS dan PPK se-Kabupaten Pandeglang di RSUD Berkah beberapa hari yang lalu menghasilkan beberapa petugas yang reaktif,
“Dari rapid test tersebut, kami mencatat sebanyak 22 Petugas PPS atau PPK dengan hasil reaktif yang tersebar di beberapa kecamatan. Tetapi hasil ini belum tentu positif, karena setelahnya akan dilanjutkan dengan test selanjutnya yaitu test PCR atau swab test. Setelahnya, baru akan terlihat hasil yang sebenarnya,” bebernya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Pandeglang, Irna Narulita berharap, supaya KPU Pandeglang terus aktif berkoordinasi dengan Pemkab Pandeglang kususnya Tim Gugus Tugas.
“Terus koordinasi ketika kita menghadapi situasi seperti sekarang, sehingga setiap masalah bisa diatasi dengan cepat,” pungkasnya.(dhan/muh)














