SERANG – Pada 2020 mendatang, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menginginkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang membangun Tempat Baca Alquran (TBA) di desa-desa. Fasilitias itu dinilai sangat penting untuk mendukung pembangunan pemerintah daerah dalam bidang keagamaan.
Hal ini disampaikan Anggota Komisi IV Kabupaten Serang, Tubagus Baenur Zaman. Kata dia, meningkatnya penggunaan gadget pada anak-anak yang mulai merambah ke kampung-kampung, harus diimbangi dengan pendidikan agama. Sehingga mereka memiliki bekal dan pemahaman agama yang cukup.
“Kalau kita pulang ke kampung, anak-anak di sana lebih banyak memegang handphone daripada belajar agama,” katanya, Minggu (29/12/2019).
Pria yang kerap disapa Beben itu menjelaskan, kondisi tersebut juga dikeluhkan sebagian para orang tua. Pasalnya merasa prihatin dengan masa depan anak-anaknya yang mulai ketergantungan dalam penggunaan gadget.
“Bila di Kecamatan Pabuaran, bapak-bapak dan guru ngaji menyampikan ke saya, pingin ada TBA di tiap desa agar anak-anak tidak terfokus pada HP-nya. Saya melihat TBA belum ada di desa-desa,” ujar politisi Golkar ini.
Ia menuturkan, TBA yang dimaksud, selain menjadi tempat anak-anak belajar agama juga difasilitasi dengan perpustakaan yang isinya buku-buku tentang keagamaan.
“TBA itu tempat bermain anak-anak selama mereka tidak berada di sekolah. Kita harus sadar serangkan budaya dari luar sudah masuk ke kampung-kampung, maka peran agama tersebut sebagai filter, sehingga bisa membedakan mana yang benar mana yang salah,” paparnya.(muh)














