SERANG – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang pada tahun 2020 akan fokus meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di desa. Hal ini menyusul program pembangunan infrastruktur desa yang telah dicanangkan sebelumnya telah mencapai progres 60 hingga 70 persen.
Untuk pemberdayaan masyarakat, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pimpinan Drs. Rudy Suhartanto M.Si dan Sekretaris Dra. Haeratnah M.Si itu akan dioptimalkan melalui progam Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) yang berkerjasama dengan pihak kepolisian dan TNI.
DPMD Kabupaten Serang melihat, kegiatan LKBA 2019 mendapat hasil yang sangat positif bagi masyarakat. Bahkan sudah ada beberapa spot-spot destinasi wisata baru mulai muncul, sehingga dinilai menggairahkan dan sangat bagus untuk menggerakan perekonomian masyarakat desa.
“Saya pun tak pernah menyangka bahwa dari LKBA akan ada kelompok masyarakat yang bikin perpustakaan secara swadaya di halaman rumahnya. Ada juga yang bikin kelompok belajar,” papar Rudy.
Lalu, ada beberapa lahan kosong yang dibuat menjadi taman desa dan taman bermain anak-anak. Semuanya dilaksanakan secara mandiri dan dilakukan penuh kreativitas. “Efek lombanya sungguh luar biasa. Makanya, LKBA digelar kembali dan sudah tahun kedua,” ucapnya.
Dia berharap, LKBA bisa membangun pola pemberdayaan yang baik yang berangkat dari nilai-nilai keswadayaan masyarakat sehingga bisa dibangun menjadi budaya masyarakat di daerah.
“Mengembalikan lagi swadaya masyarakat gotong royong yang selama ini sudah hampir punah, hampir hilang di masyarakat. Kita munculkan lagi efek dari acara LKBA untuk mendorong supaya keswadayaan masyarakat meningkat setiap saat,” ujarnya.
Selanjutnya, pemberdayaan ekonomi dioptimalkan dan berusaha meningkatkan kualitas Badan Musaha Milik Desa (BUMdes). “Kalau sekarang saya belum berani ngomong apa-apa. Tapi, saya ingin 2020 mencoba model baru tentang bagaimana bisa mendorong BUMdes tersebut jadi One Village One Product (OVOP). Satu desa punya produk unggulan yang bisa dikembangkan sedemikian rupa dan kami bantu teman-teman BUMdes untuk pemasarannya,” tuturnya.
Sedangkan untuk peningkatakan SDM di desa, DPMD Kabupaten Serang mengadakan Bimbingan Teknis (Bintek) untuk perangkat desa. “Alhamdulillah sudah delapan desa, dan setiap setiap minggunya coba kami agendakan bintek seminggu dua kali,” jelasnya.
Rudy pun ingin mau memantapkan pola keuangan desa supaya lebih oke lagi. Diakuinya, alur yang dijalankan sekarang sudah di suatu titik di mana dianggap cukup bagus. Soalnya ada Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) onlinenya, non tunai, dan internet banking. Ditambah sudah punya salur desa, yang penyaluran dana desanya sudah tujuh hari sesuai amanat Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah (PP).
Terakhir, DPMD Kabupaten Serang akan bergeser ke perencanaan. Kebetulan di 2019 menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di 150 desa, sehingga kepala desa terpilih dan baru diangkat serta dilantik memiliki kewajiban menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMdes).
“Kami akan hadir untuk mempertajam, terutama dari aspek Sistem Prosedur (Sisdur) penyusunannya. Mulai dari desa, di masyarakat, kemudian tata cara penulisannya, dan legal draftingnya akan kita perdalam, akan kita pertajam, sehingga secara kualitas mudah-mudahan bisa memenuhi persyaratan seperti layaknya sebuah RPJMdes yang baik. Kami kerjasama dengan bagian hukum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang,” pungkasnya.(muh)














