SERANG – Cabang olahraga (cabor) bola tangan Banten dipastikan tidak akan tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 Papua. Ini setelah mereka gagal total di babak prakualifikasi yang berlangsung di Purwokerto, Jawa Tengah, pada Selasa (22/10/2019).
Dari data yang didapat, tim putra dan putri hanya menduduki peringkat ketiga di Grup B. Putra menelan dua kali kekalahan atas Jawa Timur dengan skor 20-21 dan digebuk Kalimatan Timur 34-14. Sedangkan putri takluk dari Sumatera Barat dengan 8-10 dan dicukur Jawa Timur 4-18.
Ketua Umum Pengurus Provinsi Asosiasi Bola Tangan Indonesia (Pengprov ABTI) Banten, Hasreiza mengatakan, apa yang didapat diluar perkiraan pengurus.
“Kalah dan memang ini di luar ekspektasi kami semua. Usai Pra PON, kita akan mengevaluasi total pola seleksi atlet, program Pelatda dan TC bola tangan,” papar Hasreiza kepada awak media, Selasa (22/10/2019).
Ia juga melihat, mental tanding atlet belum terbentuk, sehingga tak mampu berbuat banyak di Pra PON. Kemungkinan besar karena kurangnya jam terbang. “Jadi pelajaran kita bersama. Untuk event seperti Pra PON, tidak bisa main-main. Persiapannya harus benar-benar matang,” ungkapnya.
Meski demikian, dirinya tetap mengucapkan teruma kasih kepada seluruh atlet, ofisial, dan jajaran kepelatihan.
“Bagaimanapun juga, mereka sudah berjuang sekuat tenaga untuk Banten. Dan saya pun secara pribadi meminta maaf kepada Ketua Umum KONI Banten Rumiah kartoredjo dan seluruh masyarakat Banten bahwa bola tangan belum mampu berprestasi serta berbicara banyak di kancah nasional. Ke depan, akan kami perbaiki lagi,” tuturnya.(muh)













