SERANG – Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengajak kepada para petani di Kabupaten Serang agar tidak hanya fokus menanam padi, tetapi harus mau menanam tanaman jagung. Mengingat, pangsa pasarnya sangat besar.
“Saya tadi menyinggung para petani agar mulai melirik misalnya untuk menanam jagung, karena saat ini para petani hanya terfokus untuk menanam padi saja,” ujar Tatu kepada wartawan usai menghadiri Penandatanganan Berita Acara Serah Terima Alat Pertanian yang digelar Dinas Pertanian (Distan) di Indoor Setda Kabupaten Serang.
Padahal, kata Tatu, pangsa pasar jagung yang luar biasa dengan adanya tujuh pabrik pakan yang besar di Kabupaten Serang. Sayangnya, kebutuhannya jagungnya masih disupport dari luar petani Kabupaten Serang bahkan Provinsi Banten.
“Itu peluang buat mereka (petani), harus disosialisasikan secara baik oleh Dinas Pertanian (Distan) agar mereka bergantian bukan beralih. Bergantian setelah menanam padi kemudian jagung,” terangnya.
Bupati perempuan pertama di Kabupaten Serang tersebut meyakini, jika para petani di sosialisasikan berkenaan dengan tanaman jagung dari sisi ekonominya akan tertarik. “Manfaat keuntungan untuk para petani tentunya sangat bagus, pasti para petani tertarik, ini tentunya tantangan untuk Distan Kabupaten Serang,” jelasnya.
Sedangkan terkait bantuan alat pertanian yang diberikan untuk kelompok tani (poktan), ia bersyukur setiap tahunnya ada diberikan melalui Distan Kabupaten Serang yang langsung dari Kementerian Pertanian (Kementan). Ada juga rekomendasi dari beberapa Anggota DPR RI dapil Serang.
“Tentunya itu diverifikasi terlebih dahulu oleh Distan mana yang layak untuk diajukan ke kementerian. Bagaimana pun penerima bantuan alat pertanian harus bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.
Lebih jelasnya, poktan yang sesungguhnya bukan poktan yang dibentuk secara dadakan. Karena sebelumnya hal ini pernah menjadi persoalan hukum. “Intinya bantuan itu harus digunakan secara berkelompok bukan hanya milik ketua poktan. Nah, poktan juga harus memelihara alat bantuan yang sangat bermanfaat tersebut,” imbaunya.
Sementara Kepala Distan Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana menyampaikan, kemarin ada sebanyak 159 poktan yang menerima berbagai alat pertanian padi dan hortikultura dari Kementan. Namun bantuan itu belum bisa memenuhi kebutuhan poktan yang ada di Kabupaten Serang.
“Ibu Bupati tadi mengatakan ada 1.942 poktan di Kabupaten Serang, tapi baru 159 poktan yang mendapatkan sokongan. Jadi masih di bawah 10 persen dari jumlah itu. Tapi saya mengimbau agar poktan tidak bergantung pada bantuan tapi bisa membeli sendiri dari manajemen pengelolaan usaha tani,” tuturnya.
Kemudian terkait tanaman jagung, Zaldi menerangkan, setiap tahun untuk tanaman padi atau beras mengalami surplus mencapai 70 ribu ton beras. Dengan melihat potensi pasar ada 10 pabrik pakan yang membutuhkan satu juta ton pertahun, ini menjadi peluang bagi petani Kabupaten Serang.
“Karena secara lahan, secara iklim petani, secara budidaya petani di Kabupaten Serang bisa menghasilkan jagung untuk suplai ke pabrik pakan yang ada di kita. Nilainya sekitar empat triliun per tahun kalau petani kita bisa menghasilkannya. Peluang itulah yang dilihat ibu Bupati,” jabarnya.
Bila sekarang, produksi jagung petani Kabupaten Serang baru menghasilkan di angka 20 ribu ton, bahkan Banten pun masih 30 ribu ton. “Untuk sisanya dari luar baik dari Lampung dan NTB,” tutupnya. (Adv)















