SERANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjadi koordinator penanganan bencana, telah menyusun Rencana Kontinjensi (Rekon) pada akhir tahun 2021 lalu. Tujuannya untuk mengindentifikasi potensi bencana yang ada di wilayah mereka.
Dalam penyusunan rekon itu, organisasi pimpinan Nana Sukmana Kusuma, S.E, M.M dan Sekretarisnya Tubagus Maftuhi, S.Sos, M.Si melibatkan bebagai stakeholder terlibat di dalamnya. Seperti unsur Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Polres, Kodim, Palang Merah Indonesia (PMI), Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan unsur lain yang aktif dalam penanganan kebencanaan.
“Ini adalah bukti bahwa Kabupaten Serang telah mepersiapkan diri dengan pembuatan rekon, di mana dalam strategi itu masuk di dalamnya beberapa hal,” ujar Nana saat ditemui di ruang kerjanya.
Ia memaparkan, terdapat 12 item yang dimuat dalam pokok rekon, antara lain untuk mengetahui potensi bahaya kususnya gempa bumi dan tsunami serta mencatat jumlah penduduk yang ada di wilayah-wilayah yang berpotensi terjadi bencana alam.
Kemudian, menandai Sumber Daya Manusia (SDM) yang berpengaruh terhadap risiko bencana dan kelompok yang terpengaruh dengan risiko bencana seperti pengelola hotel-hotel dan industri. Lalu mengenali tingkat bahayanya seperti apa dan menyiapkan rencana serta sasaran jalur evakuasi. Contohnya semacam rambu, sirine, alarm, titik kumpul, tempat-tempat evakuasi atau Titik Sementara (TS) dan Titik Akhir (TA).
“Di dalam rekon sendiri, bisa mengetahui bangunan-bangunan yang aman dari bencana. Berikutnya BPBD Kabupaten juga menyiapkan jaringan informasi dan komunikasi dalam hal menerima dan menyebarluaskan informasi dan menjadikan relawan-relawan kebencanaan sebagai satelit serta melakukan koordinasi berkaitan dengan early warning system,” ungkapnya.
Selanjutnya, di rekon pun membuat command center dan BPBD Kabupaten Serang telah memiliki tiga sistem yaitu Data Informasi (Datim), Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) dan media center yang sudah terbentuk sejak 2016.
“Lalu menata ruang daerah basis risiko gempa dan tsunami sehingga jadi tertata dan ada peta-petanya. Rekon pertama kali di Banten untuk Kabupaten Serang dan mungkin juga di Indonesia. Terakhir, BPBD Kabupaten Serang pun terus melangsungkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat sebagai antisipasi terhadap bencana tsunami dengan rutin menggelar drill tsunami,” tuturnya.
Dirinya menambahkan, rencana-rencana kerja yang telah dilaksanakan dan akan digelar tidak terlepas dari dukungan dari Bupati Serang Hj. Ratu Tatu Chasanah, SE, M.Ak dan Wakilnya Drs. H. Pandji Tirayasa, M.Si.
“Pemerintah daerah dalam hal ini Ibu Bupati telah mensupport apa-apa yang dibutuhkan oleh BPBD,” pungkasnya.(muh)















