SERANG – Ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Dradjat Prawiranegara atau lebih sering disebut RSDP, diklaim masih bisa menghendel pasien rujukan dari lima kabupaten/kota di Provinsi Banten. Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Sri Nurhayati.
Kata dia, keyakinannya cukup beralasan. Di mana sampai sekarang, ruang rawat inap yang dimiliki RSDP ada 461 ruangan. Dengan sirkulasi pasien setiap harinya mencapai 250 sampai 300 orang, dirasa masih cukup.
“Insya Allah masih tertampung lah. Masih ada kuota 161 ruangan. Bila sirkulasinya masih dalam jumlah seperti saat ini, semuanya bisa dikendalikan,” papar Sri.
Hanya saja, ke depan dirinya ingin melakukan penambahan kembali. Mencapai angka 500 atau lebih. Sebab jumlah pasien yang datang ke RSDP terus meningkat.
“Maklum lah, kan RSDP memang rujukan lima kabupaten atau kota di Provinsi Banten atas perintah Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Masa iya tidak ditambah. Takut pasien membludak, kami tak punya ruangan kasihan kan,” ucapnya.
Oleh karenanya, dirinya terus berharap bantuan dari pusat, Pemerintah provinsi (Pemprov) Banten dan juga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang untuk terus meningkatkan pelayanan di RSDP serta menambah sarana dan prasarana termasuk Sumber Daya Manusia (SDM).
Sedangkan Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah meminta RSDP terus memantau perkembangan sirkulasi pasien yang masuk di rumah sakit agar bisa memperkirakan jumlah ruangan
“Saya tidak mau ada masyarakat yang sakit ataupun berobat ke RSDP tidak bisa tertangani lantaran kekurangan ruangan. Apalagi masyarakat Kabupaten Serang,” katanya.
Ia pun menyampaikan, pada tahun depan RSDP akan mendapatkan bantuan kusus dari Pemprov Banten. Terpisah dari bantuan keuangan provinsi. “Beberapa waktu yang lalu sudah disampaikan Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy. Semoga bisa terealisasi,” harapnya.(muh)













