SERANG – Kekalahan di Kota Pem-pek saat laga perdana kompetisi Liga 2 Indonesia Zona Barat, membuat Perserang Serang terluka. Mereka pun mengusung balas dendam saat menjamu Srwijaya FC pada laga putaran dua yang berlangsung di Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang, Rabu (21/8/2019).
Hal itu ditegaskan oleh Pelatih Jaya Hartono. Kata dia, Laskar Singandaru (julukan Perserang) tak boleh lagi menelan hasil minor dari Elang Andalas (julukan Sriwijaya FC). “Cukup, yang awal harus kami balas,” katanya.
Tapi, mantan pemain Persib Bandung ini menyampaikan, Laskar Wong Kito (julukan lain Sriwijaya FC) bukan skuat yang mudah ditaklukan. Apalagi mereka mendapatkan suntikan empat amunisi baru di putaran dua sekarang. Ada Zulkifli Syukur, Abis Nabar, Hendriko, dan Hendra Ridwan yang merupakan pesepakbola yang sudah malang melintang di kompetisi elit Tanah Air.
“Kami tak boleh gegabah. Harus tetap waspada. Dan patut diingat, kami tuan rumah jadi tak boleh menuai hasil memilukan di depan penonton sendiri. Apalagi, rekor Perserang sedang dalam tren positif terutama di kandang. Delapan kali tanpa kekalahan,” bebernya.
Hanya saja, Si Biru Langit (julukan lain Perserang) tak dapat tampil dengan skuat penuh. Di mana Ade Cristian masih dibekap cedera. Lalu dia amunisi anyar yakni Fahmi dan Amri juga belum dapat lampu hijau atau kepastian akan dimainkan atau tidak.
“Saya lihat kondisi terakhir besok. Yang jelas, siapa saja yang dimasukan dalam staring eleven harus siap bermain,” jelasnya.
Sementara Pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartardi mengatakan, tidak muluk-muluk saat melakoni bentrok dengan Perserang besok sore.
“Buat kami, bisa mencuri poin saja sudah bagus. Perserang itu skuat yang kuat dan memiliki penggawa yang cepat-cepat, enerjik serta masih muda,” bebernya.
“Makanya, intruksi saya kepada anak-anak hanya bermain sebaik mungkin saja. Apapun hasilnya kita terima karena laga tandang. Namun, bila ada kesempatan menang, ya harus dimaksimalkan,” pungkasnya.(muh)













