SERANG – Demi mengantisipasi dan mempercepat penanganan cedera atlet saat bertanding di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2020 mendatang, KONI Banten mulai membekali para pelatih cabang olahraga (cabor) dengan ilmu bermanfaat. Yakni tentang sport massage yang dilakukan di salah satu hotel di Kota Serang, Sabtu (20/7/2019).
Ketua KONI Banten, Rumiah Kartoredjo mengatakan, kegiatan seperti ini perlu dilakukan mengingat kondisi geografis di Papua yang membutuhkan waktu dan jarak tempuh yang tidak sebentar antar daerah.
“Kami memang menyiapkan tim massage di Papua nanti. Hanya saja kembali lagi soal jarak dan butuh waktu cukup lama untuk satu venue ke venue lainnya. Makanya untuk jaga-jaga, lebih baik pelatih dibekali pertolongan pertama untuk penanganan cedera yang diderita atlet,” ucapnya.
Usai pelatihan nanti, para pelatih akan mendapat sertifikat sport massage level 1. “Saya berharap ilmu yang telah didapat dari sini bisa memberi manfaat positif untuk olahraga Banten,” harapnya.
Pelatih Sport Massage, Tommy Fondy menuturkan, peserta sebenarnya sudah memahami tentang sport massage, karena rata-rata berasal dari universitas olahraga. Sehingga sedikit banyak sudah memahami.
“Kebanyakan pelatih sudah punya ilmu olahraga massage, hanya saja sekarang kami beri pemahaman tentang penanganan cedera. Harapannya agar pelatih nanti bisa memberikan penanganan yang baik terhadap cedera atlet. Makanya, kami di sini tidak hanya memberi pelatihan saja, namun juga praktik secara langsung agar peserta lebih memahami,” ucapnya.
Menurut dia, dalam penanganan cedera metode pertama yang harus dilakukan yakni penggunaan es, agar cedera tidak semakin parah.
“Jadi cedera apapun harus dikasih metode es dulu. Jangan sampai begitu terkena cedera, atlet malah langsung dipijit atau diberi panas, itu justru akan membuat cedera semakin berat. Penggunaan metode es ini harus terus dilakukan setidaknya hingga dua hari,” bebernya.(muh)















