TANGERANG – Maraknya kasus kejahatan hipnotis di Kota Tangerang yang mengatasnamakan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), membuat Koordinator Pendamping PKH Kota Tangerang Safei angkat bicara.
Ia pun menghimbau masyarakat harus waspada dan langsung melaporkan ke pihak berwajib bila ada gelagat orang yang aneh.
Soalnya, aksi kejahatan bukan hanya sekali terjadi. Tapi sudah beberapa kali dengan cara diiming-iming agar bisa nerima bantuan sosial.
“Ini memang modus baru dengan cara hipnotis dan ada yang tidak dihipnotis. Pelakunya memang benar mengatasnamakan PSM, PKH, dan lain-lainnya. Pelaku juga diduga menggunakan pakaian PNS agar bisa mengelabui para korbannya,” ujarnya Safei saat di Konfirmasi, Jumat (5/6/2019).
Ia melanjutkan, para pelaku mengincar ibu-ibu menggunakan emas dan pengetahuaannya juga masih rendah. Modusnya saat ingin mengambil bantuan, korban harus menitipkan perhiasannya ke pelaku.
“Memang kejadian sekarang sama seperti beberapa bulan lalu di daerah Cipondoh. Para pelaku juga moduskan ibu-ibu disuruh mengantarkannya untuk mengambil beras dan ada juga seperti kasus kemarin Kamis (4/6/2019), korban disuruh membeli materai lalu pelaku leluasa mengambil perhiasan dan barang-barang berharga,” terangnya.
Kepala Bidang Jamsoskel Dinsos Banten, Budi Darma menambahkan, masyarakat dan para pendamping PKH maupun para pekerja sosial lainnya harus tetap mewaspadai para pelaku.
Modus kejahatan baru seperti ini kita waspadai. Bila dilihat dari cara bekerja mereka, artinya sebenarnya pelaku sudah sangat mengetahui seluk beluk program Bansos. Jadi ke depannya kami lakukan sosialisasi dan koordinasi yang intensif agar masyarakat tidak tertipu seperti kejadian sekarang,” pungkasnya.(Dhan)












