SERANG – Penyebab puluhan masyarakat warga Desa Sangiang dan Ciwarna, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang diduga keracunan ikan pindang akhirnya terkuak.
Hasil uji laboratorum mikrobiologi atas sampel ikan pindang menunjukkan ditemukan zat berbahaya dengan jenis bakteri Salmonella.
Bakteri ini adalah kelompok bakteri yang menyebabkan tifus dan juga menyebabkan makanan menjadi beracun.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang, Sri Nurhayati membenarkan hal tersebut. “Yang terkena bakteri jadi tifus, makanya mereka memiliki gejala seperti itu, beruntung segera diobati dan panasnya tidak sampai lama dan berkelanjutan jadi tifus berat,” katanya.
Dia menjelaskan, bakteri datang karena perilaku masyarakat yang tidak menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti buang air besar (BAB) sembarangan, karena bakteri ini berasal dari kotoran warga yang terkena tifus.
“Bakteri keluarnya dari tubuh manusia melalui kotoran, kalau BAB sembarang otomatis kuman ada di air debu, dan lainnya bahkan bisa menempel di makanan seperti yang kemarin ikan pindang,” ujarnya.
Maka dari itu, pihaknya terus menggencarkan giat penyuluhan kepada masyarakat, agar mereka dapat menjaga kesehatan dan kebersihan diri dan lingkungan, termasuk juga waspada pada makanan dan minuman yang diperjualbelikan.(muh)












