SERANG – Pada pelaksanaan babak Prakualfikasi Pekan Olahraga Nasional (Pra PON) cabang olahrag (cabor) pencak silat, Banten berada di grup neraka. Di mana tergabung di wilayah 2.
Dari data yang berhasil dihimpun, Banten satu grup bersama dengan Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, dan Kalimantan Timur.
Ketua Umum Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (Pengprov IPSI) Banten, Ajat Sudrajat mengatakan, sebenarnya tidak takut bila menghadapi tim sesama pulau Jawa. Hanya saja, empat daerah yang disebutkan, memiliki pesilat yang meraih medali emas di Asian Games 2018 lalu di setiap kelasnya.
“Makanya saya sebut grup neraka. Jagoan lawan atlet baru tumbuh dan berkembang. Jelas akan timpang,” keluhnya, Kamis (28/2/2019).
Oleh karenanya, pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum KONI Kota Serang, sedang mengajukan permohonan kepada Pengurus Besar (PB) IPSI agar melakukan pengocokan ulang. Jangan daerah andalan di gabung bersama. “Kan bisa, unggulan di pisah. Dibikin pool sendiri. Jangan daerah Sumatera satu bagan begitupun dengan daerah di Indonesia Timur. Tidak merata bila demikian,” harapnya.
Disinggung kapan pelaksanaan Pra PON, dirinya juga belum mengetahui. PB IPSI hanya mengumumkan akan dilangsungkan pada September dan kemungkinan besar di DKI Jakarta.
“Tapi disuruh menunggu hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PB IPSI pada Maret mendatang,” bebernya.
Sementara Ketua Umum KONI Banten, Rumiah Kartoredjo mengimbau kepada cabor pencak silat agar mempersiapkan para atletnya dengan matang. Soalnya, seperti yang sudah disampaikan, hanya atlet peringkat tiga besar yang diberangkatkan ke PON XX di Papua 2020.
“Itu syarat mutlak dari kami (KONI Banten). Tidak ada toleransi sedikit pun, mengingat dana yang dibutuhkan ke Papua cukup besar, jadi harus selektif,” tegasnya.(anm)












