MERAUKE – Pegulat putri Banten Desi Shinta membuktikan diri masih yang terbaik di level Pekan Olahraga Nasional (PON). Ini dibuktikan dengan raihan medali emas di PON XX Papua.
Ya, torehan itu membuatnya mampu mempertahankan medali emas yang diraih di PON XIX/2016 Jawa Barat pada PON XX Papua.
Sabtu (9/10/2021) sore di GOR Hiad Sai, Merauke, Papua, atlet Kota Serang tersebut menang angka atas atlet Jawa Timur Aifiya Kurniawati di babak final.
Tampil di final Desi langsung bermain agresif di babak pertama. Namun Aifiya tidak kalah cerdik dengan tetap berusaha mencari celah untuk menjatuhkan andalan Banten itu.
Namun, tidak ada gerakan yang menghasilkan poin tertinggi dan kedua pegulat sama-sama mengumpulkan dua poin di babak pertama.
Pada babak kedua, duel kembali berjalan ketat. Dan baik Desi maupun Aifiya tidak menghasilkan kuncian maupun bantingan hingga sembilan menit jelang laga berakhir. Namun di sembilan detik tersebut Desi melakukan manuver yang mampu memaksa Alfia keluar lingkaran dan meraih dua poin tambahan dan keluar sebagai tambahan.
Sedangkan medali perunggu kelas 68 kilogram dibawa pulang Tasya Fatimah ke Kalimantan Timur setelah menang angka atas wakil Jawa Barat Nidha Jeyan Nurrida. Sebelumnya Nidha adalah lawan Desi di semifinal.
“Syukur Alhamdulillah Desi bisa meraih kemenangan meski lawan memberi perlawanan ketat. Saya berterima kasih atas doa dan dukungan masyarakat Banten atas prestasi ini, juga terima kasih pada Ketua Umum KONI Banten Ibu Rumiah atas dukungannya,” tegas Manajer Gulat Banten, Haryanto.
Namun lanjutnya, untuk bisa meraih prestasi masih banyak, karena ada empat pegulat lagi yang akan bertanding.
Mereka adalah Aji Hakiki di kelas 65 kilogram gaya bebas putra, Amrin Dulman Sinaga di kelas 74 kilogram gaya bebas putra, Fauzul Adzim kelas 60 kilogram gaya grego dan Prija Iska Ahmad kelas 77 kilogram gaya grego.
“Kami akan berusaha untuk bisa memenuhi target mempertahankan dua medali emas, sambil mengintip peluang menambah medali emas lainnya,” tegasnya.
Ketua Umum KONI Banten, Rumiah Kartoredjo usai menerima kabar dari cabor gulat menyatakan rasa bangga atas apa yang dicapai Desi dengan mempertahankan medali emas pada PON kali ini. Berlinang air mata, Rumiah mengucapkan terima kasih kepada Desi atas perjuangan di matras pertandingan.
“Saya optimis apa yang diraih Desi akan memacu semangat empat pegulat lainnya untuk mengantarkan Banten Cemerlang di Bumi Cendrawasih. Saya berterima kasih pada semua atlet yang terus berusaha meraih medali emas meski perjuangannya tidak ringan,” tuturnya.
Selain Desi, Banten pun mendapat emas lainnya. Adalah atlet layar atas nama Dexi Priany menyegelnya dari kelas RS one maraton open saat berjibaku di di Pantai Hamadi, Kota Jayapura.
Selanjutnya ada capaian perunggu dari atlet biliar Adi Braja yang turun di nomor english point, atlet catur Danny Juswanto di kategori catur kilat dan cabor dayung nomor TBR (Tradisional Boat Race) 1.000 meter.
Dengan demikian, hingga Minggu (10/10) Banten berada di urutan ke-11 dengan koleksi tujuh emas, sembilan perak dan 20 perunggu. Klasemen puncak masih milik Jawa Barat dengan 83 emas, 68 perak dan 73 perunggu. Posisi kedua ditempati kontingen Jawa Timur dengan 74 emas, 62 perak dan 57 perunggu. Urutan ketiga bercokol DKI Jakarta dengan 71 emas, 59 perak dan 71 perunggu.(muh)















