SERANG – Pasca tampil di babak prakualifikasi dan berhasil merebut tiket ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 Papua, pengurus gantole Banten langsung melakukan evaluasi. Salah satu pekerjaan rumah yang harus dibenahi adalah masalah fisik.
Hal ini disampaikan salah satu pengurus gantole Banten, Enoh Aji. Kata dia, saat tampil di Lanud Sulaiman, Bandung, Jawa Barat, pada 16-24 Oktober 2019 lalu, fisik anak-anak terlihat kedodoran.
“Termasuk saya sendiri yang juga merangkap jadi asisten pelatih dan atlet. Fisik saya dengan Ening Kurnia, Tubagus Husni Mubarok, dan Agung Permana, tidak maksimal. Makanya, fisik kami harus digenjot lagi,” papar Aji kepada awak media, Kamis (28/11/2019).
Fisik sendiri, diakui peraih medali emas PON XVII Kalimantan Timur itu sangat berpengaruh terhadap endurance atau daya tahan saat terbang bersama pesawat gantole di udara.
“Padahal, bila fisik bisa lebih oke, saya yakin bisa meraih medali lebih maksimal,” tuturnya.
Diketahui, saat Pra PON Oktober lalu, Banten hanya mendapatkan medali perunggu dari nomor Ketepatan Mendarat (KTM) A Beregu yang diraih Tb Husni Mubarok dan Enoh Aji.
Sedangkan Agung Permana dan Ening Kurnia hanya merengkuh tiket PON XX/2020 Papua di kategori KTM B Beregu, usai mendapatkan willcard lantaran peraih medali emas PON XIX di Jawa Barat 2016 lalu.
Oleh karenanya, dirinya berharap KONI Banten segera melangsungkan Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) secepatnya. “Supaya kami bisa langsung berbenah menyongsong pertempuran di Papua nanti,” bebernya.(muh)











