SERANG – Beredarnya kabar yang menyatakan cabang olahraga (cabor) wushu akan dicoret dari pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 Papua, disikapi oleh Pengurus Provinsi Wushu Indonesia (Pengprov WI) Banten. Bahkan mereka percaya tidak akan dicoret.
Soalnya merupakan salah satu cabang yang rutin menyumbang medali bagi Indonesia di event apapun.
Keyakinan ini disampaikan Wakil Ketua I Pengurus Provinsi Wushu Indonesia (Pengprov WI) Banten, Roni Alfanto. Kata dia, bukannya ingin takabur namun melihat perjalanan wushu, hal tersebut mustahil terjadi.
“Wushu sekarang adalah salah satu jantung olahraga di Indonesia. Baik Asian Games maupun SEA Games selalu mendapatkan medali. Jadi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Pengurus Besar (PB) PON harus berfikir ulang bila memang ingin meniadakannya di Papua nanti,” papar Roni.
Politisi asal Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu pun sudah menyampaikan kepada PB WI agar tegas kepada Kemenpora dan PB PON, supaya olahraga asal China tersebut tidak dihilangkan.
“Apalagi babak prakualifikasinya sudah dilangsungkan. Paling pertama lagi ketimbang cabor lain,” ucapnya.
Banten sendiri meloloskan tiga atlet ke Bumi Cenderawasih (julukan Papua). Nadia Hoir (kelas 48 kilogram), Hotmaida Naibaho (kelas 56 kilogram), dan Diska Juliani (kelas 60 kilogram).
“Sekarang, mereka semua rutin berlatih untuk persiapan PON. Pasca Pra PON langsung masuk Training Center (TC),” jelasnya.
Nada optimistis juga disampaikan Wakil Ketua II Pengprov WI Banten, Dimas Septian. “Info yang saya dapat saat Kemenpora menggelar rapat terbatas dengan Presiden RI Joko Widodo, cabor wushu tak masuk dalam cabang yang akan dipangkas. Jadi bila ada mungkin hoax,” katanya.
Seperti diketahui, PON XX Papua akan dilangsungkan mulai 20 Oktober 2020 sampai 2 November 2020, diputuskan hanya memperlombakan 37 cabor dari sebelumnya 47 lantaran kekurangan dana.(muh)














