TEGAL – Gol di masa injury time babak kedua membuat Perserang harus mengakui keunggulan tim tuan rumah, Persekat Tegal. Padahal Laskar Singandaru sempat unggul terlebih dahulu dalam laga ujicoba yang digelar di Stadion Tri Sanja, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, kemarin.
Berlaga di depan ribuan pendukungnya, Persekat tampil menyerang sejal babak awal. Di awal laga, Perserang tampak kesulitan mengembangkan permainan terbaiknya.
Sejumlah serangan pun tercatat cukup merepotkan barisan pertahanan skuat tamu yang dikawal Idang Novriza Ali cs. Penampilan gemilang penjaga gawang Tb Syafrudin juga membuat gawang Si Biru Langit (julukan lain Perserang) masih perawan.
Permainan Singa (julukan lain Perserang) mulai membaik di pertengahan babak pertama. Egi Melgiansyah cs mulai mampu mengembangkan permainanan menciptakan sejumlah peluang.
Namun, buruknya penyelesaian akhir dari kedua tim membuat Perserang dan Persekat masuk masa jeda dalam kedudukan 0-0.
Di babak kedua, permainan menjadi lebih terbuka. Jual beli serangan terjadi sejak wasit meniup pluit kick off pasca istirahat.
Dalam jual beli serangan, Perserang mampu unggul terlebih dahulu di menit 66. Dalam skema serangan balik, tendangan Rudi Foler gagal diantisipasi penjaga gawang Persekat, Bagus karena terpantul pemain belakang Persekat Budi.
Namun keunggulan skuad Sabrun Hanafi hanya berumur dua menit. Mantan gelandang Perserang, Muhammad Ridwan mencetak gol penyama di menit 68.
Selanjutnya, Persekat mencoba mengurung pertahanan Perserang untuk mencari kemenangan. Namun, solidnya pertahanan Laskar Singandaru mampu mengeliminir setiap serangan lawan.
Sayangnya, memasuki masa injury time, tepatnya di menit ke 91, Singa kebobolan melalui sebuah serangan cepat Persekat.
Arga yang baru empat menit di lapangan menggantikan Moniega, mencetak gol pengunci kemenangan. Skor akhir 2-1 untuk keunggulan tuan rumah.
Setelah laga, pelatih Perserang, Sabrun Hanafi mengaku cukup puas dengan penampilan para pemainnya, terutama di babak kedua. Menurutnya, di babak pertama anak asuhnya sempat demam panggung.
“Setelah beberapa tahun tampil tanpa penonton, para pemain sempat grogi karena pertandingan ditonton ribuan suporter Persekat,” kata Sabrun.
Tetapi, menjelang akhir babak pertama dan sepanjang babak kedua, pemain lebih enjoy, sehingga bisa mencetak gol.
Meski demikian, ia mengakui masih banyak hal yang harus dibenahi di tubuh skuadnya. Selain pertahanan dan penyerangan, keberanian untuk memainkan bola juga perlu kembali dimatangkan.
“Saya baru pegang tim selama seminggu. Tetapi saya bersyukur mendapatkan uji coba melawan tim yang lebih siap, sehingga saya bisa melihat kondisi dan kebutuhan skuat. Mumpung masih ada waktu sebelum kompetisi bergulir,” kata Sabrun.
Senada dengan pelatihnya, kapten Perserang, Egi Melgiansyah mengakui para punggawa Laskar Singandaru sempat demam panggung di awal duel. Untungnya kondisi itu tak berlangsung lama sehingga Perserang mampu mengimbangi permainan agresif Persekat.
“Mudah-mudahan bisa terus kita tingkatkan. Harapannya sih semoga kita bisa mencapai titik ideal, baik secara taktik maupun mental pada saat kompetisi dimulai,” tandas mantan bintang Persita Tangerang itu.(muh)















