SERANG – Pada tahun ini, dana pembangunan Rumah Tak layak Huni (Rutilahu) sebesar Rp 16,4 miliar akan dipusatkan di lima kecamatan. Yakni Tunjung Teja, Baros, Petir, Ciomas, dan Pamarayan.
Kepala Dinas Perumahan Kawasan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Serang, Irawan Noor mengatakan, hal itu berdasarkan arahan pimpinan yang meminta untuk fokus menyelesaikan daerah yang rutilahunya banyak.
“Dari data yang ada, ya di lima kecamatan itu yang paling banyak rutilahunya. Makanya di fokuskan di sana tahun sekarang. Namun, bukan berarti daerah atau kecamatan lain ditinggalkan. Saat ini kan dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2019 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang sebesar 822 unit. Nah, yang lain akan coba dialihkan dari dana CSR dan juga infaq Aparatur Sipil Negara (ASN),” papar Irawan.
Untuk lima kecamatan tersebut, kata dia, rinciannya adalah Tunjung Teja (166 unit), Baros (164 unit), Petir (164 unit), Ciomas (164 unit), dan Pamarayan (164 unit). Per unit rumah akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 15 sampai Rp 20 juta. Dan dana tidak ditransfer langsung ke penerima rutilahu. Melainkan ke toko bangunan yang direkomendasi para pendamping.
“Kan nanti para penerima bantuan diminta untuk membentuk sebuah kelompok yang ada pendampingnya. Nah, anggaran di kirim ke toko bangunan yang sudah direkomendasi. Jadi warga menerima dalam bentuk material seperti bata, semen, pasir, dan lain-lain,” terangnya.
Pekerjaanya dilakukan pada akhir April karena sudah masuk ke tahapan akhir, di mana sedang membentuk kelompok pedamping.
Selain dari dana APBD Kabupaten Serang, diakui Irawan juga ada dana untuk rutilahu dari Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) atau dari Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebesar Rp 7,5 miliar untuk 250 unit.
“Kami pun sudah memetakannya untuk di Kecamatan Jawilan akan dibangun di Desa Pagintungan, lalu di Kecamatan Lebak Wangi di desa Lebak Wangi, pengandikan, dan Tirem. Selanjutnya di Kecamatan Tanara dialokasikan pada desa Sukamana. Masing masing desa 50 rutilahu dengan bantuan per unitnya Rp 30 juta,” bebernya.
Disinggung berapa jumlah real rutilahu yang ada di Kabupaten Serang, dirinya masih terus melakukan validasi. “Yang saya tahu, bila 2019 terserap semuanya, tersisa 6.400 lagi. Tapi kita akan coba hitung dengan fiks saat pembangunan nanti. Kan bisa dari kecamatan mengintruksikan ke desa agar disiapkan by name by addressnya sehingga tahu berapa sebetulnya rutilahu yang ada,” jelasnya.
Sementara Wakil Bupati Serang, Pandji Tirtayasa menuturkan, pemerintah daerah akan terus konsen menyelesaikan permasalahan rutilahu supaya kehidupan masyarakat di Kabupaten Serang semakin layak dan meningkat.(anm)













